Alot.. DPR urung Syahkan RUU pemilu hari ini

By: On:
Alot.. DPR urung Syahkan RUU pemilu hari ini

Selayarnews.com – Pansus DPR sejatinya akan melakukan voting terhadap sejumlah isu RUU Pemilu hari ini. Agenda tersebut kemudian dibatalkan karena sejumlah alasan.
Hal tersebut disampaikan anggota Pansus Pemilu Achmad Baidowi, Kamis (18/5/2017). Baidowi menyebut masih ada beberapa isu yang belum selesai dibahas sehingga pansus urung voting hari ini.
Dalam rilis yang dimuat melalui detik.com, Baidowi mengatakan “Melihat dinamika terakhir dan masih ada beberapa isu yang belum selesai dibahas, RUU pemilu tidak akan voting hari ini. Setjen pansus sudah mengirimkan pemberitahuan penundaan kepada anggota pansus,” tutur Baidowi.

Pansus Pemilu masih akan menggelar rapat tim perumus (timus). Pansus mengagendakan voting isu digelar minggu depan.
“Hari ini masih digunakan untuk rapat timus. Perkiraan paling cepat minggu depan,” sebutnya.
Sebelumnya, Ketua Pansus Pemilu Lukman Edy berkata 15 isu RUU Pemilu akan di-vote hari ini. Namun, isu-isu tersebut bukan isu krusial.
Adapun beberapa dari 15 isu tersebut seperti model surat suara, syarat parpol peserta pemilu. Lalu isu pejabat negara wajib mundur atau cuti saat maju pilpres dan surat suara capres mencantumkan gambar parpol serta beberapa isu lainnya.

Dalam isu parliamentary threshold, terdapat tiga pilihan, yakni ambang minimal angka 3,5 persen, 5 persen, dan 7 persen. Artinya, sebuah partai politik dapat menempatkan wakil-wakilnya di DPR ketika memperoleh 3,5 persen, 5 persen, atau 7 persen kursi dalam pemilu kelak.

Sedangkan dalam masalah presidential threshold ada pilihan, yaitu 0 persen atau 20 persen dari hasil pemilu sebelumnya. Artinya, sebuah partai politik dapat mencalonkan presiden atau wakil presiden ketika sedikitnya 20 persen suara nasional dalam pemilu. Usulan lain ialah partai dapat mencalonkan presiden atau wakil presiden tak syarat perolehan minimal suara atau nol persen suara.

Mengenai sistem pemilu, terdapat dua pilihan yang akan divoting, yakni sistem terbuka dan sistem terbuka terbatas. Lukman mengaku sempat menawarkan agar sistem terbuka terbatas saja.

“Saya termasuk yang melobi bahwa daripada kita voting, gimana kalau kita terbuka terbatas saja. Kan, sama-sama terbuka sebetulnya juga,” ujarnya.

Soal metode konversi suara terdapat dua pilihan, yaitu metode sainte lague modifikasi dan sebagian lagi kouta hare.

“Itu semua (pilihan) sudah kita masukan ke amplop, jadi enggak ada perdebatan. Saatnya ambil keputusan kita buka amplopnya, lalu voting,” kata Lukman (K)

 

banner 468x60
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: