Asosiasi Pencinta Keris (Aspek) Selayar Akhirnya terbentuk

0

Selayarnews.com – Kabupaten Kepulauan Selayar mewariskan banyak peninggalan budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Tercatat sedikitnya ada 14 Kerajaan yang pernah berdiri di Bumi Tanadoang. Fakta sejarah tersebut menjadi salah satu alasan kuat yang menopang banyaknya warisan budaya. Meski demikian diperlukan upaya-upaya untuk menjaga kelestarian agar benda-benda warisan budaya yang bernilai itu dapat tetap terjaga. Hal inilah yang menjadi dasar dibentuknya Asosiasi Pencinta Keris (Aspek) Selayar.

Asosiasi Pencinta Keris (Aspek) Selayar ini resmi terbentuk Rabu, 13/12 di Warkop Intan 2 Jln. Soekarno Hatta Benteng. Pada pembentukan Kepengurusan ini terpilih sebagai Ketua Drs. Andi Rahman dan Sekretaris Mursalim Baso, SH., serta puluhan Anggota lainnya yang telah menyatakan diri bergabung. Meski demikian, Komunitas ini masih membuka diri dan mengundang para pemilik dan pencinta keris di Kabupaten Kepulauan Selayar untuk bergabung dalam komunitas ini.

Ketua Aspek Selayar Drs.Andi Rahman mengungkapkan bahwa pembentukan Aspek ini bertujuan untuk melestarikan keris-keris Selayar.

Pembentukan Aspek ini bermula,  saat saya mengikuti Pameran keris tingkat propinsi di Makassar. Di sana saya melihat banyak keris yang motifnya kemungkinan besar adalah keris Selayar, tentunya  ini sangat disayangkan. Olehnya itu kita berharap agar tidak ada lagi yang dijual keluar dari daerah Selayar. Selain itu hal ini juga sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi keberadaan keris-keris warisan kerajaan atau keris pusaka lainnya yang kemungkinan masih tersebar dan dimiliki oleh masyarakat Selayar ” Kata Andi Rahman

Lebih lanjut, Assisten I Tata Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Selayar ini mengungkapkan bahwa ke depan kita berharap agar keris-keris ini dapat dikumpulkan di museum, agar tetap terjaga dan terawat dengan tetap memberikan jaminan kepemilikan kepada  pemilik aslinya. Jadi pada intinya pembentukan Aspek ini adalah pelestarian keris Selayar dalam rangka mendukung pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Kepulauan Selayar.

H. Andi Syaiful Alam, SH salah satu Anggota Aspek yang juga memiliki sebuah keris pusaka mengatakan bahwa banyak sekali keris pusaka yang tersebar di Masyarakat. Banyak yang masih disimpan namun tidak  sedikit  juga yang sudah terjual keluar darah.

Perlu disadari bahwa keris saat ini sudah berubah fungsi dari fungsi perang menjadi fungsi seni. Seni tersebut tentunya adalah sebuah kekayaan daerah, olehnya itu perlu kita jaga dan lestarikan agar dapat ditampilkan sebagai salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar“, Katanya.

 

As