Selayarnews.com – Kaohsiung, 14 Januari 2018. Peluncuran buku “Ruang Kontemplasi” karya Muhammad Farid. Dihadiri masyarakat Indonesia yang datang dari kota Kaohsiung dan beberapa kota lainnya di Taiwan, memadati ruang pertemuan lantai 4 Wunan book store Kaohsiung. Event ini terbilang spesial, karena penulisnya seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di bumi formosa.

Dalam laporan ketua panitia Faradillah Amalia Rivai menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi para sponsor. Sponsor yang terlibat dalam launching buku ini antara lain Liblitera Institute, Tai-Ind Agency; dan dukung oleh IDN Taiwan, Perpustakaan Berjalan Kaohsiung (PBK), PPI Taiwan, PPI Kaohsiung, dan PPI NKUAS.

Mengandeng media partner antara lain GFTV dan Majalah INTAI. Ketua Panitia mengpresiasi kehadiran peserta dari berbagai elemen. Hadir dalam kegiatan ini antara lain dari diaspora, mahasiswa dan pekerja migran Indonesia (PMI) yang menyempatkan waktu hadir.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran para peserta dari berbagai elemen dan ucapan terima kasih yang tulus atas kerja cerdas panitia yang berasal dari tim relawan perpustakaan berjalan Kaohsiung (PBK)” Ujar Faradillah disela sela sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian testimoni yang telah membaca karya ini antara lain testimoni dari Zainal Abidin (tokoh masyarakat Indonesia di Kaohsiung) dan Fatmawati (CEO Tai-Ind Agency).  Selain itu panitia memutar video testimoni dari Ibu Kartika Dewi (Presiden IDN Taiwan), Ibu Tania Ross (Penulis Novel) dan Ayub Angga Direja (Pekerja kreatif dan co founder PBK).

Ruang Kontemplasi
penyerahan buku ruang kontemplasi dari penulis ke tokoh masyarakat

Zainal Abidin mengawali testimoninya “tulisan Bung Farid merupakan gambaran kehidupan keseharian kita”. Di sini ditemukan bagaimana tips dalam merespon fenomena yang terjadi di masyarakat  khususnya yang lagi trend di media sosial.

“Dalam buku ini, saya merasa harus belajar banyak, dalam menghadapi persoalan kehidupan. Banyak buku yang telah saya baca, tapi dihati saya ini yang pas banget”, ungkap Ibu Fatmawati.

“Sejumlah nasehat bijak tertuang di dalamnya, diantaranya hidup ini harus bermakna dengan bekerja apapun aktivitasnya yang penting memberi konstribusi positif. Dengan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti, menjadikan buku ini menarik,” pesan Ibu Kartika Dewi yang juga Presiden IDN Taiwan melalui tayangan videonya.

Memasuki acara inti, diskusi interaktif dipandu oleh Riska Bokings mahasiswa program magister kampus NKUAS.  Farid mengisahkan sebelumnya telah menulis dua buku. Pertama, bersama tim suksesnya saat ingin maju sebagai calon ketua umum HMI Cabang Makassar periode 2003-2004. Kedua, di tahun 2016 bersama rekan sejawat tim dosen kewirausahaan UNM menulis buku “Kewirausahaan” yang menjadi buku ajar di UNM.

Muh Farid mulai aktif menulis Saat menempuh pendidikan S1 pernah mengikuti Diklat jurnalistik, namun belum pernah mengirimkan tulisan ke media cetak.

“Di tahun 2014, diawali tulisan yang diterima di kolom opini salah satu harian di kota Makassar. Sejak saat itu, keinginan menulis dan mengirimkan naskah tulisan ke media cetak/online terus berlanjut. Namun terkadang, tulisan yang dikirim belum tentu dimuat karena pertimbangan dari tim redaksi. Cara menyiasatinya dengan menuangkan ide kedalam blog pribadi dan kompasiana”Beber Farid

Ruang Kontemplasi
Sesi foto bareng penulis dan Panitia pelaksanatemplasi

Buku pertama ini ditulis oleh Muhammad Farid merupakan kumpulan esai dan cerpen. Ruang Kontemplasi merupakan buku self publishing yang diterbitkan oleh Liblitera Institute dan Inda Karsunawati sebagai editor. Buku ini terdiri dari tiga bab, yaitu: inspirasi, spritual dan sosial yang bersumber dari hasil kontemplasi sejak awal hingga semester tiga  kuliah di program doktoral NKUAS Taiwan.

Diakhir dialog, Farid mengungkapkan teman-teman punya kesempatan untuk menulis buku. Bila berpikir untuk menerbitkan buku di penerbit main stream agak sulit, karena menunggu jadi penulis “terkenal” terlebih dahulu. Bila punya draft tulisan, yakinlah akan bisa dibukukan, carilah penerbit yang tepat, punya modal sedikit untuk biaya pra dan proses cetak, insya Allah anda bisa menghasilkan sebuah buku.

Penasaran untuk membaca hasil kontemplasi Bang Farid yang terinspirasi saat harus bergelut dengan kegiatan kuliah, riset, berorganisasi, dan mendedikasikan waktunya sebagai penggiat literasi bagi pekerja migran Indonesia tetap menyempatkan waktu untuk menulis. Yuk beli bukunya, semoga bermanfaat dan menginspirasi. Kami tunggu karya berikutnya yah Bang.

****

Panitia Pelaksana Launching Buku Ruang Kontemplasi