Bupati Selayar Merakyat: Beliau Naik Kapal Fery Tanpa Pengawalan dan Menempati Kelas Ekonomi

Bupati Selayar Merakyat: Beliau Naik Kapal Fery Tanpa Pengawalan dan Menempati Kelas Ekonomi

Bupati Selayar Merakyat dan Menempati Kelas Ekonomi

Selayarnews.com – Kedekatan dan kesederhanaan dari Bupati Kepulauan Selayar Muh.Basli Ali dengan masyarakatnya patut diacungi jempol. Buktinya, orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Selayar itu, hanya naik Kapal Fery KMP.Bontoharu tanpa pengawalan khusus dan menempati kelas ekonomi (Minggu 11-09-2016). Selama ini memang sudah tersiar kabar bahwa Bupati Selayar merakyat, namun kali ini nampak terlihat jelas dan ternyata bukan hanya isapan jempol belaka.

Ironisnya, Suasana tersebut tentu tak tampak seperti perilaku pejabat pada umumnya yang selalu butuh pengawalan khusus dan menempati kelas VIP jika sedang melakukan perjalanan. Muh.Basli Ali tampak hanya mengenakan kaos oblong dipadukan dengan celana jeans dan duduk bersama dijejeran kursi penumpang kelas ekonomi.

Bupati yang memiliki hobi touring dengan motor trail ini memang dikenal dengan kesederhanaanya. Dari pantauan selayarnews.com, Muh.Basli Ali hanya ditemani oleh salah satu anggota keluarga beliau. Keberadaan Bupati Selayar bahkan tak disadari kehadirannya oleh sebahagian penumpang, padahal Beliau berada ditengah-tengah mereka di KMP.Bontoharu kelas ekonomi  hari ini.

kesederhanaan Bupati selayar

Salah satu penumpang bahkan mengaku terkejut karena tidak mengetahui kehadiran Bupati di tengah-tengah mereka dan bisa melihat beliau secara langsung di penyeberangan kali ini, imbuhnya. “Saya tidak tahu kalau pak Bupati ternyata ada di kapal hari ini, saya kaget pas melihat beliau sudah duduk dibarisan kursi penumpang tanpa pengawalan, ini patut dicontoh oleh pejabat teras lainnya” ujar Umar salah seorang penumpang kapal.

“Saya betul betul salut dan bangga memiliki sosok bupati yang sederhana dan Merakyat seperti beliau” tambah nya.

Saat dikonfirmasi oleh redaksi SelayarNews.Com, Bupati Selayar merakyat ini mengatakan bahwa ingin merasakan suasana yang dirasakan oleh penumpang kelas ekonomi secara langsung sekaligus ingin mengidentifikasi masalah yang selalu hadir saat penumpang melakukan penyeberangan Bira – Pamata Selayar atau sebaliknya, tandas beliau. (DA)

%d blogger menyukai ini: