Selayarnews.com – Festival Komunitas Pesisir (FKP) 2018 kembali digelar mulai hari ini, Rabu 14 Februari hingga 18 Februari mendatang di Lapangan Pemuda Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Berbagai persiapan telah disiapkan oleh panitia dan peserta acara, termasuk dari 58 stand yang ada telah siap terpasang. Namun, hujan deras dan angin kencang yang terjadi tadi pagi sekitar pukul 05.00 Wita.

Sehingga, membuat beberapa tenda rusak pada beberapa bagian, sehingga harus diperbaiki bahkan diganti. Dan menyebabkan pembukaan festival yang bertujuan untuk mengampanyekan peduli lingkungan dan melestarikan serta menumbuhkan rasa cinta akan kebudayaan asli Selayar itu harus dipindahkan ke Rumah Bupati Selayar.

Tapi, hal itu tidak menyurutkan semangat penyelenggara dan peserta dengan melakukan perbaikan.

“Ini tidak menurunkan semangat kami, inikan faktor alam yang tidak bisa kami kontrol. Kita berharap cuaca yang membaik, sehingga teman – teman dapat kembali bekerja. Kita juga butuh bantuan panitia untuk tenda, kami saling membantu,” katanya.

Senada, anggota Rumah Singgah Bambu, Muhammad Yusran, mengatakan walaupun akan merubah konsep stand pihaknya tetap semangat.

“Kami selesai mengerjakan jam setengah empat subuh, tetapi angin kencang datang pada pukul 05:00 Wita pagi, kita mau rubah konsep dan kami tetap semangat,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Ir. Jusman menjelaskan, bahwa usai dilanda angin kencang lapangan lokasi penuh dengan material dari stand-stand yang berterbangan, genangan air juga ada dimana-mana, namun sudah dibersihkan dan dikeringkan.

Ketua Panitia FKP 2018, Asep Pranajaya, menjelaskan, panitia mencari solusi terbaik terkait persoalan yang ada. Termasuk memindahkan lokasi pembukaan acara yang akan dilaksanakan sebentar malam dan dibuka oleh Bupati Selayar M. Basli Ali.

“Kalau dari panitia mencari solusi terbaik, kami fasilitasi. Untuk pembukaan sebentar malam terpaksa kami penidahkan di pendopo Rumah Jabatan Bupati. Ini hasil koordinasi dengan bupati dan disetujui semua komunitas,” ujarnya.(*)