Selayarnews.com – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), melaporkan kondisi ekonomi Sulsel kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bansos Pangan Rastra, di Kabupaten Gowa, Kamis (15/2). Dimana, delapan tahun terakhir pertumbuhan ekonominya selalu di atas 7 persen.

SYL menyampaikan, tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Sulsel 7,23 persen dan menduduki peringkat kedua nasional. Di peringkat pertama ada Maluku Utara dengan jumlah penduduk kurang lebih satu juta, sedangkan Sulsel penduduknya mencapai 10 juta orang.

“Kami sampaikan, jumlah uang yang beredar di Sulawesi Selatan sekarang mencapai Rp 480 triliun,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, Sulsel memiliki banyak potensi, termasuk di bidang pertanian dan perikanan kelautan. Sulsel adalah penyangga pangan nasional dan over stok beras 2,6 juta ton.

“Kami juga punya rumput laut terbesar di dunia. Kami punya pabrik coklat. Kami kirim gurita ke Jepang sekitar 1.300 ton setiap bulannya. Pelabuhan kami sangat siap, dan kami tinggal menunggu petunjuk dari Pak Presiden,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, SYL juga melaporkan jika di Sulsel akan diselenggarakan Pemilihan Kepala Daerah di 12 kabupaten kota, dan Pemilihan Gubernur. Tapi secara umum, kondisi keamanan di Sulsel aman dan tetap dalam kendali, dengan bantuan TNI dan Polri.

“Terima kasih atas kunjungannya. Janji kami, Pak Presiden dan Ibu Negara akan selalu tersenyum tiap ke Sulsel,” imbuhnya.

Sementara, Menteri Sosial, Idrus Marham, dalam laporannya, mengatakan, PKH Sulsel sebanyak 311.997 dengan jumlah bantuan sebesar Rp 589 miliar. Sedangkan bansos pangan rastra untuk 405.860 mencapai Rp 339 miliar.

“Khusus untuk bantuan kepada siswa melalui program KIP sebesar Rp 382 miliar,” kata Idrus Marham.

Presiden Jokowi, dalam kesempatan tersebut, melakukan penyerahan KIP, PKH dan bansos pangan rastra secara simbolis. Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diberikan digunakan tepat sasaran.

“Jangan dipakai untuk beli rokok atau beli pulsa. Harus dimanfaatkan untuk pendidikan dan gizi anak. Kalau tidak, kartunya dicabut,” pesan Jokowi.

Di hadapan ribuan warga yang hadir, Jokowi berpesan untuk tetap menjaga persatuan. Indonesia adalah negara besar, dengan 714 suku, 1.100 bahasa daerah, dan memiliki 514 kabupaten/kota.

“Jangan karena pilgub, pilkada, kita tidak rukun antar tetangga, antar kampung, apalagi antar agama. Tidak boleh,” tegasnya.

Presiden Jokowi juga memberikan hadiah kepada warga berupa sepeda, kepada warga yang bisa menjawab pertanyaan tujuh jenis ikan dan siswa yang bisa menghafal Pancasila. (*)