Selayarnews.com – DPC Demokrat Gowa mendesak pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya untuk memberikan klarifikasi atas pernyataan yang menyebut nama Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat dalam dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP.

Pernyataan tersebut diucapkan di luar sidang pengadilan pada tanggal 25 Januari 2018. Firman Wijaya menilai fakta persidangan berupa keterangan saksi telah mengungkap siapa sebenarnya aktor besar di balik proyek pengadaan E-KTP.

Firman berpendapat bahwa keterangan saksi proyek E-KTP dikuasai oleh pemenang pemilu pada tahun 2009 lalu, yakni Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan Firman Wijaya. Pernyataannya sangat tidak berdasar. Kami selaku kader Demokrat merasa tidak terima. Apalagi pernyataan tersebut diutarakan di luar persidangan”, ucap Ari Reza Ali selaku ketua DPC Demokrat Gowa.

Bung Ari, sapaan Ari Reza Ali menambahkan bahwa pihaknya juga sangat mendukung langkah DPP untuk melaporkan Firman Wijaya. “Iya, kami sangat mendukung langkah DPP. Saya pikir itu langkah yang sudah tepat. Firman Wijaya memang tidak sepantasnya melontarkan pernyataan yang demikian”, tambahnya.

Sementara itu, DPP Demokrat sendiri memberikan tenggat waktu kepada Firman Wijaya untuk mengklarifikasi pernyataannya. Jika tidak, DPP Demokrat akan menempuh jalur hukum.

****

DA