Selayarnews.com – Muh Syukri atau yang akrab di panggil Syukri, lahir di Kayuadi 17 Agustus 1997 adalah mahasiswa semester 5 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Makassar.

Pria kelahiran Kepulauan Selayar ini menjabat sebagai ketua BEM Periode 2017/2018 setelah mengalahkan rivalnya pada bulan september lalu.

Terwujudnya BEM STIK Makassar sebagai wadah atau laboratorium intelektual adalah visinya sebagai ketua BEM.

Lewat visinya itu, ia ingin mewujudkan beberapa misi yang telah dibuatnya yakni; mengoptimalkan iklim aktualisasi minat bakat mahasiswa STIK Makassar yang apresiatif dan proaktif.

Selanjutnya mewujudkan pelayanan dan advokasi kemahasiswaan yang responsif, strategis, dan partisipatif serta membangun gerakan mahasiswa yang mengakar, kreatif dan strategis.

Selain itu menjalin hubungan yang baik dan sinergis dengan berbagai elemen yang berorientasi pada kebermanfaatan.

Ditemui media, Senin (22/01/18) mengatakan bahwa menjadi ketua BEM tentunya beda dengan mahasiswa yang cuma kuliah pulang karena kita bisa lebih dekat dan dikenal dosen-dosen dikampus, ucapnya.

Program kerja yang akan direalisasikan adalah mengadakan pelatihan penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan mengakomodir kegiatan-kegiatan HMJ yang akan mengadakan LDK .

Dalam waktu dekat BEM STIK Makassar akan mengadakan kegiatan Latihan kepemimpinan Menajemen Mahasiswa (LKMM), tandasnya.

Sebelum masuk ke perguruan tinggi anak dari pasangan Saruddin dan Nurhayati ini menempuh pendidikan di SD Negeri 1 Kayuadi, setelah itu lanjut di SMP Negeri 1 Takabonerate dan SMA Negeri 1 Takabonerate.

Kurangnya tenaga kesehatan dikampungnya salah satu impian Syukri memilih jurusan kesehatan karena merupakan daerah tertinggal dan terpencil sehingga lulusan kesehatan merasa dibutuhkan.

Selain BEM, Syukri juga aktif dibeberapa organisasi lain baik itu diluar maupun didalam kampus seperti, HMI, Organda Kepulauan dan Ikatan Alumni SMA.

“Semoga di masa kepengurusan saya teman-teman bisa melampaui penghargaan-penghargaan yang telah ada disekret dari kepengurusan sebelumnya”, harapnya.

****

Muh Ma’ruf