<

Selayarnews.com – Literasi adalah kebiasaan minat membaca serta tak luput dari menulis, menyimak dan menganalisis. Perlu diketahui perkembangan zaman yang semakin modern serta disuguhi oleh tehnologi-tehnologi mau tidak mau semua orang harus melek dengan  tehnologi ini. Dampak dari hal itu maka semakin berkurang minat budaya literasi yanga ada pada diri kaum intelektual di zaman sekarang.

Pemerintah sudah berupaya sebaik-baiknya untuk menangani hal tersebut , penanganya di mulai di berantas dari yang paling dasar pondasi generasi bangsa yaitu sekolah dasar yang harus dibuadayakan 15 menit sebelum pelajaran berlangsung harus membaca terlebih dahulu, sungguh pembaharuan yang perlu untuk di tingkatkan dan semoga saja sekolah – sekolah menerapkan semuanya.

Selain itu untuk membangun budaya literasi ini banyak sekali relawan-relawan buku serta mereka yang menjadi volunter – volunter untuk tetap membudayakan budaya literasi dengan membuka pustaka-pustaka mini atau hanya sekedar membuat kegiatan yang bisa mengundang minat baca bagi kaum-kaum intelektual kita serta generasi bangsa agar minat baca mereka bisa tumbuh dan berkembang.

Literasi budaya membaca ini sungguh sangat memprihatinkan serta perlu strategi-strategi handal untuk tetap membudayakan nya agar tidak punah serta tertelan oleh tehnologi. Semakin canggih tehnologi maka semakin mengancam dunia literasi sebab banyak kaum muda lebih berminat mempelajari ilmu atau mengadopsi ilmu lewat internet, al hasil perpustakaan-perpustakaan menjadi sunyi serta hanya formalitas orang berkunjung. Buku-buku menjadi usang terkalahkan dengan informasi di gadget serta di dunia maya.

Intelektual muda semakin malas untuk mencari ilmu lewat buku-buku bacaan , suguhan-suguhan mereka lebih ke tehnologi dan dunia maya. Ini yang menjadi perhatian bagi kita semua untuk menolong generasi bangsa Indonesia ini.

Pemanfaatan tehnologi penting tetapi harus dengan seperlunya dan digunakan degan sebaik-baiknya. Jangan mau menjadi budak apalagi robot dalam dunia maya , harus pintar-pintarlah menggunakan tehnologi serta pintar untuk mengambil ilmu di dunia maya.

Mari para generasi penerus bangsaku untuk tidak buta dengan literasi serta mari bersahabat  dengan dunia-dunia membaca sebab dari membaca kamu bisa mengenal dunia lebih jauh lagi seta dari membaca kamu bisa wisata ilmu kemana saja tanpa mengeluarkan sepersen pun materi kalian.

Tidak ada ruginya berkawan dengan dunia literasi, tidak ada ruginya menjadi orang yang kutu buku sebab ilmu serta kebiasaan membaca buku akan memberantas kebodohan serta ke miskinan yang ada di negara kita sekarang ini.

Untuk menciptakan generasi yang cinta budaya literasi harusnya dimulai dari diri sendiri sebab tidak akan ada perubahan tanpa ada perbuatan yang menyertainya.Mari meyongsong generasi-generasi muda dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bisa membangun bangsa. Keberhasilan suatu bangsa di lihat dari generasi-generasi muda mereka.

Generasi muda indonesia terletak di tangan kita semua, bukan terletak sama pemerintah, guru ataupun tenaga pendidik lainnya, semua mempunyai peran yang penting terhadap generasi muda, kaum intelektual harus ditanamkan di masa kecilnya, seperti pendididkan moral serta adat-adat istiadat serta norma-norma agama sangat perlu menjadi filter bagi negara dan terlebih bagi diri anak kita.Tanggung jawab bersama bagi masyarakat Indonesia adalah memasyarakatkan budaya literasi dimanapun dan kapanpun kita berada.Bukti kepedulian kita dengan literasi dan bangsa adalah dengan membudayakan dan mendemonstrasikan nya . Selamat berjuang demi bangsa Indonesia yang jaya.

*****
Penulis :

Sumiara lahir selayar 24 juni 1993 , lebih akrab di panggil ara, kali ini sedang penempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Negeri Surabaya jurusan pendidikan dasar , menyukai menulis sejak di bangku sekolah menengah pertama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here