<

Selayarnews.com – Pengamat Pemilu Sulsel Zulfinas Indra menyayangkan langkah Bawaslu Sulsel dengan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah guru besar yang tergabung dalam Forum Sinergi Aktivis Antar Generasi.

Menurutnya, pemanggilan terhadap beberapa guru besar yang diduga terlibat mendukung salah satu bakal calon Gubernur Sulsel tersebut dianggap gagal paham.

Selain itu, kata dia, jika merujuk pada ketentuan PKPU No. 4 Tahun 2017 telah ditegaskan bahwa kampanye adalah kegiatan menawarkan visi, misi, program Pasangan Calon dan/atau informasi lainny yang bertujuan mengenalkan atau meyakinkan Pemilih.

“Sejauh ini kan belum ada penetapan calon sehingga bagaimana mungkin dikemudian hari ada aktivitas kampanye yang kemudian dianggap melanggar sementara pasangan calon sendiri belum ada,” ujar Zulfinas Indra, Rabu, 27 Desember 2017.

Lebih jauh, mantan KPU Selayar mengatakan, bahwa sesuai tahapan KPU pendaftaran baru saja akan dilaksanakan pada tanggal 8-10 Januari 2018 dan penetapan pasangan calon nanti tanggal 12 Februari 2017.

Olehnya itu, menurutnya, langkah yang diambil Bawaslu Sulsel adalah menunjukkan kegagalan pemahaman Bawaslu terkait dengan pasangan calon dan kampanye.

“Karena ketika sudah ditetapkan pasangan calon maka tentu ada larangan bagi pejabat negara/daerah, ASN, TNI/Polri dan kepala desa dilarang atau membuat keputusan dan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon,” jelasnya.

Dengan demikian, Zulfinas Indra yang juga Direktur Eksekuti Fokus Pemilu berharap Bawaslu tidak menjadi bagian dari kegaduhan politik di Pilgub Sulsel.

“Bawaslu tidak perlu menjadi bagian dari kegaduhan Pilgub sehingga tetap tercipta suasana yang kondusif di SulSel,” pungkasnya.

****

DA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here