Penambangan Pasir Sumingi’ Ancam Keberlangsungan Kampung Penyu

Penambangan Pasir Sumingi’ Ancam Keberlangsungan Kampung Penyu

Selayarnews.com – Kampung Penyu merupakan icon wisata konservasi yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Selayar. Terletak di Dusun Tulang Desa Barugaiya Kecamatan Bontomanai, Kampung penyu yang dirintis sejak 2013 oleh pemerhati lingkungan telah mekepaskan ribuan tukik setiap tahunnya.

Kampung penyu sudah menjadi jualan Pariwisata dan Lingkungan Kabupaten Kepulauan Selayar. Setiap tamu, baik masyarakat umum maupun pejabat penting pasti akan berkunjung ke kampung penyu.

Namun ditengah berkembangnya promosi, jualan dan kampanye tentang lingkungan dan kampung penyu justeru hal miris terjadi dan mengancam keberlangsungan kampung penyu.

 

Abrasi pantai yang terjadi tiap tahun menyebabkan pinggir pantai semakin terkikis dan kawasan kampung penyu terancam akan hilang terbawa arus air laut.

Hal ini diungkapkan Datu yang merupakan koordinator kampung penyu, Datu bercerita panjang tentang sejarah perintisan kampung penyu sampai sekarang.

“Dulu tahun 2013 dari bibir pantai kampung penyu pada saat air pasang, masih ada lapangan volly bisa dibuat. Namun sejak tahun 2014 – 2017 sudah sekitar 15 meter pinggir pantai telah terkikis”. Ujar Datu.

Tingginya abrasi pasir pantai yang terjadi di kampung penyu ditenggarai disebabkan oleh penambangan pasir besar besaran yang terjadi disebelah utara kawasan kampung penyu.

Penambangan pasir di delta sungai Tulang tepatnya di Sumingi sejak beberapa tahun terakhir menyebabkan pasir kampung penyu semakin rendah.

Hal ini mengancam keberadaan kampung penyu dan juga sangat mengganggu penyu penyu yang akan bertelur karena penambangan juga dilakukan pada malam hari.

Hal ini juga sangat disayangkan Acca, salah seorang pemerhati lingkungan.

“Kalau penambangan pasir di sumungi terus berlangsung maka kedepannya kampung penyu tinggallah nama. Harusnya pemerintah melalui intansi terkait memberikan perhatian lebih terhadap kampung penyu dan segera menutup penambangan pasir yang sudah berlangsung tahunan ini”, tegas Acca.

Dalam UU nomor 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau pulau kecil jelas tertuang tentang larangan menambang pasir laut yang menyebabkan dampak kerusakan lingkungan.

Ancaman terbesar terhadap abrasi pasir pantai kampung penyu terjadi di musim dimana ombak sangatlah besar sehingga diperkirakan akan menghanyutkan sebagian bangunan kampung penyu termasuk demplot penetasan telur penyu.

*****

DA

%d blogger menyukai ini: