Rumah Belajar Tanadoang Gelar Diskusi Terbuka Bersama Christian Heersink dan Deng Ical

Rumah Belajar Tanadoang Gelar Diskusi Terbuka Bersama Christian Heersink dan Deng Ical

Selayarnews.com – Untuk menggali Sejarah dan Potensi Pengembangan Kabupaten Kepulauan Selayar komunitas Rumah Belajar Tanadoang menggelar Diskusi Terbuka bersama penulis Buku The Green Gold Of Selayar, Minggu (13/08/2017).

Bertempat di Cafe Emthree yang merupakan ruang berkumpul para pemuda dan Mahasiswa Selayar yang ada di Makassar hadir sebagai Narasumber antara lain Christian Heersink (Penulis Buku The Greend Gold Of Selayar) dan Syamsu Rijal atau akrab disapa Dg Ical yang merupakan Wakil Walikota Makassar.

Christiaan G Heersink merupakan penulis buku berkebangsaan Belanda yang telah lama melakukan riset di tahun 90 an di Kabupaten Kepulauan Selayar. Dimulai dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran acara Dialog terbuka pun dimulai.

Dg.Ical dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh anak anak Selayar yang tergabung dalam Rumah Belajar Tanadoang dan berjanji akan membantu mengkomunikasikan kebutuhan Rumah Belajar Tanadoang ke Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar dan terus mendorong Rumah Belajar Tanadoang untuk berkarya.

Daeng Chriss sapaan akrab Penulis Buku The Green Gol Of Selayar mengupas tuntas sejarah Kabupaten Kepulauan Selayar sampai peran kelapa/Kopra sebagai green gold dalam strata sosial masyarakat Kepulauan Selayar sejak zaman dahulu.

Daeng Christ Foto bersama pengurus Rumah Belajar Tanadoang

Diskusi yang berlanngsung menjadi lebih menarik mengupas sejarah detail peradaban dan interaksi sosial yang terjadi antara masyarakat lokal dengan pendatang sampai peranan green Gold dalam penentu strata sosial masyarakat.

Karakter Masyarakat Selayar sendiri menurut daeng Christ sangatlah berbeda dengan masyarakat dari daerah lainnya.

“Selain dengan jiwa perantau Masyarakat Kepulauan Selayar juga pekerja keras, bukan pemalas dan berani mengambil resiko sehingga ditanah rantau selalu mapu bersaing, saya sangat suka jika ketemu orang Selayar” Ujar Dg Christ dengan nada terbata bata dalam bahasa Indonesia.

Ketua Rumah Belajar Tanadoang Rullah yang juga sebagai penanggung jawab kegiatan diskusi terbuka ini menyampaikan harapan yang mendalam dan berterima kasih atas kesiapan Daeng Christ dan daeng Ical untuk berbagi Ilmu bersama Mahasiswa Selayar.

“Semoga dengan diadakannya diskusi terbuka ini, maka para pemuda bakal sadar dan peduli akan sejarah dan potensi daerahnya. Karena sesungguhya kita ada karena sejarah dan mestinya kita pahami itu” Ujar Hasrullah.

Dilanjutkan pula bahwa kedepannya peran pemuda dari Kepulauan Selayar lebih Progresif sehingga potensi potensi yang ada bisa dikembangkan dan didukung oleh infrastruktur yang memadai. Sadar akan potensi daerah karena yang akan berperan mengembangkan selayar kedepan adala para pemuda.

“Sebagai peserta dalam diskusi terbuka ini telah memberikan pemahaman baru bagi saya akan sejarah Kepulauan Selayar yang tidak dapat dipisahkan dari Green Gold. Sejak era Belanda, Sejarah masih banyak menyimpan Misteri yang dapay menjadi bahan pembelajaran sehingga diperlukan kajian mendalam dengan merangkum data data yang dimiliki oleh bangsa Belanda” Ujar Andi Suaib sala satu perserta diskusi ini.

****

DA

%d blogger menyukai ini: