Selayarnews.com – Ratusan siswa SDI Bonea Utara Desa Parak Kec. Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar, Senin 25 /7 terpaksa belajar di.luar lokasi sekolah Lantaran Pintu masuk Sekolahnya ditutup oleh seorang warga bernama Lel. ANDI MIRTA TAHIR yang mengklaim sebagai pemilik tanah pada lokasi sekolah tersebut, penutupan dilakukan oleh  lel. Erwin yang nota bene adalah kakak kandung Andi Mirta.

Sebelum menutup Sekolah tersebut pengklaim lokasi sebelumnya sudah bersurat kepada pihak sekolah dan pihak kecamatan dan dalam isi surat tersebut menyampaikan agar mulai hari senin tanggall 25 juli 2016 untuk menghentikan aktivitas di sekolah tersebut karena akan di tutup oleh pihak pengklaim lokasi tersebut, dan ternyata benar dilakukan. Atas kejadian  MARWATI selaku kepala sekolah SDI Boneapara mengadakan rapat dengan mengundang orang tua murid untuk merapatkan hal tersebut dan mencapai kata mufakat dengan melaksanakan proses belajar mengajar di 4 lokasi yaitu, 1 lokasi di balai pertemuan dusun dan 3 lokasi di rumah warga.

Setelah mengetahui kejadian tersebut Camat Bontomanai bersama Kanit Intel Polsek Bontomatene menemui kepsek untuk koordinasi, hasil koordinasi hal tersebut di sampaikan kepada Kadisdiknas yang selanjutnya menyampaikan ke Bupati, guna mendapatkan Solusi secepatnya.
Setelah melalui koordinasi pihak terkait Sekitar Pkl 11.30 wita di kantor desa parak kec. Bontomanai, dilaksanakan rapat pertemuan terkait permasalahan di tutupnya sekolah SDI BONEA UTARA yang diikuti oleh Kepala dinas pendidikan nasional kabupaten kep selayar, camat bontomanai , Danramil Bontomanai, Kapolsek bontomanai, Binsa dan binmas desa parak, Ketua BPD desa parak,  Zainal Yasni ( mantan kades parak )dan keluarga pemilik lahan ( lel. Erwin )

Adapun keputusan hasil rapat yakni, pemilik lahan dan pemerintah bersepakat untuk membuka kembali sekolah tersebut, sambil menunggu solusi dari pemerintah, namun mantan kepala desa parak ZAINAL YASNI akan mengantar lel. Erwin menghadap langsung ke bupati untuk mencarikan solusi secara kekeluargaan.

Sekitar Pkl 12.00 wita, selanjutnya semua peserta rapat menuju ke lokasi sekolah untuk membuka kembali sekolah tersebut. (As)