Selayarnews, Ketua Majelis Ulama Indonesia Cabang Kepulauan Selayar Ust. H. Arfang Arif menyampaikan selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1443 H, hal tersebut disampaikannya saat membawakan Ceramah Keutamaan Ramadhan, di Masjid Babul Haer, Kel. Benteng Selatan Kecamatan Benteng, Selayar Minggu 03/04/2022.
Pada kesempatan tersebut Ust. H. Arfang Arif menghimbau Umat Muslim untuk memperbanyak membaca Ayat Suci Al Quran di bulan Suci Ramadhan. Menurutnya salah satu keutamaan Bulan Suci Ramadhan adalah Bulan turunnya Al Qur’an. Dan membaca Alquran pada bulan Ramadhan pahalanya juga dilipatgandakan.
” Setiap satu huruf Al Qur’an yang dibaca itu bernilai 1 Kebaikan, membacanya pada bulan Ramadhan itu dilipatgandakan 10 kali kebaikan. Membaca Alif , Laam, Mim itu 3 huruf yang pahalanya 3 Kebaikan. Dibaca dalam bulan Ramadhan itu sama dengan 30 Kebaikan” Jelasnya.
Lebih lanjut disebutkan bahwa salah satu Keutamaan lain dari Bulan Ramadhan adalah Allah mengabulkan Do’a-do’a. Di luar Bulan suci Ramadhan ada beberapa Waktu Utama untuk berdo’a antara lain Waktu antara Adzan dan Iqamah dan sepertiga malam terakhir. Namun di Bulan Suci Ramadhan semua Waktu menjadi Waktu yang Utama untuk berdo’a.
” Dari Pukul 00.00 Wita, hingga pukul 24.00 kembali itu semuanya menjadi Waktu yang afdal untuk Berdo’a kepada Allah SWT” ujar Arfang Arif.
Lebih lanjut, Ustadz Kondang yang juga adalah Assisten Ekbang Pemkab Kepulauan Selayar ini menjelaskan bahwa yang paling spesial di Bulan suci Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Malam ini adalah Anugerah Allah SWT yang dikhususkan untuk Ummat Muhammad SAW. Tidak diberikan kepada Nabi- Nabi dan Rasul sebelumnya.
” Malam Lailatul Qadar ini tidak diberikan kepada Ummat Nabi Ibrahim AS, Ummat Nabi Musa As, Nabi Isa AS dan Ummat Nabi-nabi lainnya. Malam ini dikhususkan hanya untuk Ummat Nabi Muhammad SAW. Yang mana beribadah pada malam ini itu lebih baik dari 1000 Bulan. Jika dihitung itu sama dengan beribadah selama 83 Tahun lamanya” terangnya.
Lanjutnya, Inilah malam yang merupakan berkah yang luar biasa bagi kita Ummat Muslim. Setiap Ibadah, Sedekah, kebaikan dan segala bentuk kataatan kita Kepada Allah SWT akan dilipatgandakan Pahalanya sama seperti kita mengenakannya selama 83 Tahun.
Meskipun demikian, Arfang Arif menekankan bahwa meskipun para Ulama menafsirkan bahwa Malam Lailatul Qadar itu terjadi pada malam ganjil. Namun saat ini ganjil dan genap Ramadhan menjadi kabur karena adanya Perbedaan penentuan Awal Bulan Ramadhan. Hal ini mengakibatkan sulit untuk menentukan mana malam ganjil dan mana malam yang genap.
“Oleh karenanya, untuk menjadi motivasi bagi kita semuanya. Mari kita melakukan Ibadah dan amaliah Ramadhan seolah-olah Setiap Malam adalah Malam Lailatul Qadar. Jika dilakukan Selama Ramadhan, Insya Allah kita telah beribadah pada malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari 1000 Bulan atau 83 Tahun lamanya“. tutup Arfang Arif.
Ceramah Keutamaan Ramadhan ini diikuti oleh Jamaah Masjid Babul Haer yang memadati Masjid berlantai dua ini untuk mengikuti Sholat Isya, Sholat Tarawih dan Witir secara berjamaah. (As)























