72 Tahun Indonesia Merdeka Masyarakat Kecamatan Pasilambena Belum Merasakan Jaringan Telepon & Listrik 24 jam

72 Tahun Indonesia Merdeka Masyarakat Kecamatan Pasilambena Belum Merasakan Jaringan Telepon & Listrik 24 jam

Selayarnews.com – Tepat dihari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72, masih saja menjuntai pertanyaan didalam pikiran bahwa apakah Indonesia sudah merdeka.

Sebab sampai saat ini, indahnya kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh warga negara Indonesia.
Ataukah memang kemerdekaan itu hanya milik segelintir orang di negeri yang kaya raya dengan sumber daya alamnya. Di Negara yang penuh dengan ribuan pulaunya yang membentang dari Sabang sampai Marauke.

Pertanyaan itu tentu tidak tanpa alasan. Pasalnya, melihat kondisi sosial masyarakat masih banyak warga negara Indonesia. Inilah perasaan yang dialami sebagaian besar masyarakat Indonesei tidak terkecuali masyarakat Kecamatan Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar. Suatu daerah terluar yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan yang berbatasan dengan laut Flores dan Sulawesi Tenggara.

“Harus diakui bahwa Ribuan warga negara Indoensia yang ada disana sampai saat ini masih belum sepenuhnya merasakan betapa indahnya kemerdekaan Indonesia yang telah diraih sejak 72 tahun yang lalu. Namun, kita patut mensyukurinya karena Indonesia telah keluar dari belenggu penjajahan bangsa lain,” ujar pemuda asal Kecamatan Pasilambena,  Kab. Kepulauan Selayar, Suharlim.

Menurut dia, hal itu ditandai dengan adanya keterbatasan jaringan informasi yang dialamai oleh ribuan masyarakat yang mendiami kecematan terluar di Kabupaten Kepualauan Selayar itu. Masyarakat disana sejak dulu telah menaruh harapan besar kepada pemerintah setempat maupun pemerintah daerah bahkan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai wakil rakyat agar secepatnya dapat difasilitasi untuk pembangunan tower jaringan Telkomunikasi di wilayah kecamatan.

Harapan ini sudah seringkali dikeluhkan baik secara langsung maupun tidak langasung manakala ada pejabat atau anggota DPRD yang datang melakukukan kunjungan kerja di daerah yang dikenal paling jauh dari daratan ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar. Bayangkan saja untuk sampai kesana, membutuhkan waktu kurang lebih 18 hingga 20 jam melalui jalur laut.

“Padahal Jaringan Komunikasi ini sangat penting bagi mereka, apalagi kalau ingin menelpon sama keluarga atau anak-anaknya di Makassar atau teman-teman yang di Makassar mau menelpon dengan orang tuanya di kampung itu sangat sulit sekali,” terangnya.

Kemudian, lanjut dia, hal itu juga akan memudahkan pagi para staff baik di Kecamatan maupun Desa bahkan para Operator Sekolah ketika ingin mengirim data, mereka tidak perlu lagi harus masuk di Kota dengan menempuh perjalanan puluhan jam baru bisa sampai di Kota. Cukup dengan melakukan pengiriman melalui internet.

“Coba kita bayangkan, bagaimana rasanya perjuangan orang-orang di Pulau sana kalau urusan yang mendesak untuk memasukkan datanya atau ada sesuatu mendesak yang berkaitan dengan pekerjaan. Sementara bisa dikirim lewat email, tapi karena keterbatasan signal/jaringan Internet sehingga mereka harus berangkat dari Pulau ke Kota dengan menyewa Joloro, ini kan tentu akan memakan biaya yang banyak juga,” jelas Harlin sapaan akrab Suharlim.

Selanjutnya, lebih jauh mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pelajar Pasilambema Kab. Kepulauan Selayar itu mengatakan bahwa keluhan masyarakat untuk keluar dari ketertinggalan dan keterbelakangan dengan dihadirkannya Tower Jaringan juga secara umun akan berdampak positif terhadap kehidupan masyarakat Kecamatan Pasilambena.

Secara otomatis akan menghilangkan stigma yang selama ini melekat dengan daerah tersebut yakni sebagai Daerah Pembuangan dan rasa keterisoliran dan ketertinggalan serta ruang kesenjangan sosial ditengah kehidupan masyarakat yang selama ini menghantui pikiran masyarakat juga akan terhapus satu persatu. Termasuk menghapus deretan predikat negatif yang telah sekian lama melekat dengan daerah tersebut yakni sebagai Daerah Pembuangan PNS yang dianggap balelo.

“Selama ini tidak bisa dipungkiri bahwa tak sedikit oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah mengalami penyiksaan itu ketika dianggap tidak tertib dengan perintah atasan akan dilempar kesana karena dianggap daerah ini yang masih jauh dari perkembangan tekhnologi dan informatika.  Dan itu biasa terjadi pasca momentum Pilkada,” pungkas Suharlim.

Dengan demikian, pihaknya berharap bahwa di tepat di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 ini, dapat memberi efek positif terhadap kemajuan daerahnya terkhusus pembangunan Tower Telekomunikasi.

Musababnya, dengan adanya tower jaringan yang dapat mencakup seluruh wilayah di Kecamatan Pasilambena akan berimplikasi secara signifikan terhadap peningkatan sumber pendapatan masyarakat dan peningkatan sumber saya manusia.

“Jadi, pembangunan tower ini akan dapat memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat untuk mengakses informasi sekaligus mengeksplor potensi wilayahnya melalui media sosial terutama dari sisi pengembangan potensi pariwisata daerah,” tuturnya

“Jika itu belum terpenuhi, serasa kami sebagai warga disana belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Sementara, kami juga adalah bagian dari NKRI. Orang tua kami juga bayar pajak seperti warga negara yang lain,” tutup alumnus Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar, Suharlim.

Sekedar diketahui bahwa sampai saat ini, masyarakat Pasilambena tidak akan pernah berhenti berharap kepada PT. Telkomunikasi Indonesia dapat melebarkan sayap perusahaannya melalui kegiatan pembangunan tower jaringan di daerah yang mayoritas masyarakatnya hidup dari penghasilan laut dan hasil kebun karena akan memacu peningkatan taraf perekonomian warga setempat.

****

DA

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: