Selayarnews.comIMG-20160718-WA0000Lumpuhnya layanan penyeberangan Pamatata-Bira dan sebaliknya pasca rusaknya KM. Balibo mengakibatkan banyak pihak menyoal layanan penyeberangan di Jalur tersebut. Salah satunya dikemukakan Direktur Fokus Pemilu Sulfinas Indra.

Kasus PAMEXIT (Pammatata Exit) saat ini adalah yang terparah selama kurun waktu 32 tahun sejak kehadiran kapal Ferry pada tahun 1982. Untuk dapat menyeberang butuh waktu 2-4 hari karena keterbatasan daya angkut kapal yg diperparah oleh ketidakmampuan aparat dalam memberikan pelayanan ditambah dengan minimnya fasilitas umum yang tersedia di pelabuhan. Tidak ada yg paling layak & pantas dipersalahkan selain Pemda & ASDP yg gagal mengelolah arus balik. Seharusnya dgn kerusakan KM Bontoharu (15/6) & kebutuhan masyarakat kepulauan terhadap pelayanan KM Sangke Palangga maka dibutuhkan 2 Fery baru (diperbantukan) dengan tonase diatas 1000 GT. Inilah tentunya yang membutuhkan lintas koordinasi dengan instansi terkait. Nampaknya Ayo ke Selayar harus kembali diucapkan dalam hati”, Tulis Mantan Ketua KPUD Selayar ini di salah satu akun medsosnya.

Hal senada diungkapkan Supardi Idris, Kordinator Forum Jurnalis Bahari Indonesia Timur ini mengatakan kita perlu mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi . “Jika melihat pelayanan yang disiapkan ASDP di lintas Pamatata-Bira, ada kejanggalan, karena layanan yang disiapkan cukup minim dan tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada, seolah-olah jalur ini sepi penumpang, Jangan sampai ASDP Pusat tidak pernah tahu kalau ini jalur sangat Padat ” . Jelas Supardi. (rm)