Jejak Sejarah Pantai Lembangia Desa Kayu Bauk Bontomatene

0

Selayarnews.com – Pantai Lembangia adalah salah satu pantai yang terletak di Desa Kayu Bauk Kecamatan Bontomatene. Pantai ini berjarak kurang lebih 4KM dari dusun Panyingkulu. Untuk menuju lokasi ini bisa ditempuh dengan naik motor sejauh 2KM dilanjutkan dengan jalan kaki dengan medan yang agak menurun dan menanjak.

Di pantai ini dulunya adalah bekas perkampungan Ujung. Kampung ujung ini terletak di atas tebing batu. Dari atas tebing ini kita bisa melihat pemandangan sekeliling.

Bukit Bekas Perkampungan Tua Lembangia

Diyakini pantai lembangia merupakan tempat para pelaut untuk singgah membeli bekal dan mengambil air tawar, karena di pantai ini terdapat sumur air tawar.

Walaupun letaknya hanya sekitar 15 meter dari bibir pantai namun air sumur ini tetap tawar.

Untuk naik keatas bukit dari lembangia terdapat tangga dari bebatuan alami. Lembang dalam bahasa selayar berarti tanah yang datar.

Ditempat ini juga terdapat banyak sekali pohon kelapa dan merupakan hulu sungai yang mengalir kelaut sehingga banyak jenis ikan yang hidup.

Lembangia juga merupakan tempat wisata para bangsawan pada zaman dahulu, dan sumur air tawar lembangia dipercayai memiliki khasiat khusus sehingga dulu digunakan untuk mandi saat baru sembuh dari sakit atau mandi pada saat anak gadis baru pertama kali haid.

Sumur Air Tawar Lembangia

Selain itu sumur lembangia juga digunakan untuk mandi ketika seseorang akan menduduki jabatan tertentu dan tempat mandi ketika akan atau kembali dari merantau juga dipercayai tempai mandi ketika ingin menikah atau memiliki anak.

Ditempat ini juga terdapat liang tammatea yang meupakan pemakaman kuno tempat menyimpan sarkofagus, selain itu terdapat juga Gua (Liang) Pa’niki yang sangat panjang dan warga lokal mempercayai gua ini tembus ke sumur Tajuiya desa Bungaiya.

Pantai ini sangat terkenal oleh para pelaut seberang (Bugis, Makassar, Galesong dan lain2),  setiap musim timur tiba pantai ini selalu ramai d singgahi oleh para kapal yang lewat, disinilah tempat berlabuhnya para kapal penangkap ikan dari Bira maupun Tanaberu Bulukmba terutama ketika pantai ini masih dijaga oleh sosok almarhum DAENG GURU yg mengurusi pantai ini, namun semenjak beliau meninggal pantai ini tmpak kelihatan kurang terawat

****

Cityzen Report

Muhammad Ilham

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin

Makassar

Kepulauan Selayar