Menapaki Pulau Karang Bahuluang, tempat “bersemayamnya” Gurita Raksasa

0

Sebuah catatan perjalanan dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Dana Desa oleh KPPN Benteng

Oleh : Ikhwan Mahmud, S.E.,M.SE (Kepala KPPN Benteng)

Selayarnews.com – Pulau Bahuluang mungkin masih asing bagi para  wisatawan domestik dan mancanegara. Selain karena terletak di bagian terpencil Pulau Selayar, informasi mengenai pulau ini beserta potensi wisatanya masih cukup minim.

Pulau ini terletak dibagian Selatan dari Pulau Selayar. Perjalanan dari Kota Benteng ditempuh sekitar 1 jam dengan kendaraan darat menuju Appattanah, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Dari Appatanah perjalanan dilanjutkan ke Pulau Bahuluang dengan perahu bermotor sekitar 30 menit. Perahu yang memuat sekitar 15 orang penumpang dapat disewa sekitar Rp400 ribu untuk trip PP. Di bagian barat Pulau Bahuluang tersembunyi pantai eksotis berpasir putih bersih. Pantai cukup landai dan  air laut di sekitar pantai sangat jernih dan terjaga kebersihannya.

pulau bahuluang
Jernihnya air laut pantai bahuluang

Selanjutnya, sekitar 200 meter arah utara Pulau Bahuluang, terletak gunungan yang berasal dari kumpulan terumbu karang yang sudah hancur, yang dari jauh akan terlihat sebagai pulau pasir putih. Para pengunjung baru menyadari bahwa pulau tersebut terbentuk dari pecahan karang setelah  menjejakkan kaki diatasnya. Ya, itulah “Karangan” Pulau Bahuluang.  Karangan memanjang sekitar 150 meter dengan bentang terlebar sekitar 10 meter. Pada musim angin dan bulan tertentu, Pulau Karangan terpecah menjadi 2 pulau yang lebih kecil.

Pulau Karangan baru setahun terakhir dilirik oleh para wisatawan. Penduduk sekitar awalnya merasa ragu untuk menjejakkan kaki disekitar pulau ini karena adanya mitos bahwa di bawah pulau tersebut bersemayam Gurita raksasa yang menopang pulau.

Mitos tersebut bisa jadi timbul karena bentuk pulau sepintas mirip dengan badan gurita, minus tentakel. Pulau Karangan menawarkan keindahan berupa pecahan terumbu karang berwarna putih  yang dipadu dengan  air laut disekitar yang bersih nan jernih.

Namun wisatawan harus berhati-hati karena laut disekitar pulau cukup dalam dan berarus cukup kencang. Terdapat spot untuk snorkeling disekitar pulau yang menawarkan pemandangan bawah laut yang memukau, dengan terumbu karang berwarna-warni serta aneka ragam ikan yang berseliweran.

Siapa yang bisa menyangka bahwa dengan banyaknya terumbu karang hancur  yang mampu membentuk pulau, terumbu karang yang tersisa di bawah laut sekitar pulau masih cukup banyak dan tetap terjaga keanekaragamannya.

pulau bahuluang
Team Monitoring KPPN Benteng Foto bersama diatas pulau yang terbentuk oleh patahhan karang

Ya, realitasnya demikian. Namun realitas pula menunjukkan bahwa potensi wisata di Pulau Bahuluang dan Karangan ini belum dikelola dan dijadikan sumber pemasukan bagi masyarakat dan Pendapatan Asli Desa Khusus Bahuluang. Belum terdapat fasilitas penunjang, antara lain sarana menginap/homestay, rumah makan, penyewaan alat snorkeling, dll. Jadi wisatawan yang berencana berkunjung kesini, disarankan untuk membawa sendiri peralatan (snorkeling), persediaan makanan, dan obat-obatan pribadi.

Di sela-sela kunjungan monitoring dan evaluasi pemanfaatan Dana Desa Tahun 2018 ke Desa Khusus Bahuluang, rombongan KPPN Benteng dan BPMD Kab. Kepulauan Selayar menanamkan pentingnya pengelolaan Dana Desa untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi penduduk miskin.

Sejatinya itulah pesan dari Program Nawacita Presiden Jokowi, yakni membangun dari pinggiran. Dana Desa yang diterima di tahun 2017 telah digunakan untuk berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat antara lain pelatihan teknologi tepat guna, bantuan mesin dan alat pertanian dan perikanan. Pembangunan sarana dan prasarana juga tidak terlupakan, antara lain berupa pembangunan tambatan perahu, pembangunan jalan setapak, dan pembangunan bronjong.

Namun untuk tahun 2017 dan 2018 memang belum ada alokasi anggaran khusus untuk pengembangan potensi wisata di Desa Bahuluang. Dengan potensi wisatanya, Desa Bahuluang  tidak akan kesulitaan untuk berkembang menjadi Desa Wisata. Dana Desa  dapat dioptimalkan untuk pemenuhan sarpras pendukung, dan untuk pemberdayaan masyarakat agar lebih aware terhadap potensi wisata desa.

Namun sebagaimana pengakuan dari jajaran pengurus Desa Bahuluang, perjalanan ke arah itu masih butuh waktu yang tidak singkat, mulai dari penyiapan SDM, penyediaan infrastruktur yang membutuhkan anggaran yang cukup besar.  Untuk itu dibutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah Kab Kepulauan Selayar untuk membantu melengkapi infrastruktur pendukung dan promosi wisata.

*****

Sumber : KPPN Benteng