Ratusan Tokoh Masyarakat Selayar Padati Rujab Wakil Walikota

0

Selayarnews.com – Sekitar 700an masyarakat Selayar memadati rumah jabatan Wakil Walikota Makassar, Dr. Syamsu Rizal Deng Ical, Jl. Hertasning, Rabu 12 Juli 2017.

Kedatangan mereka dalam rangka mengikuti halal bihalal masyarakat Selayar. Sebagian besar yang hadir adalah anggota Persatuan Masyarakat Selayar (Permas) yang berdomisili di kota Makassar, Maros, Gowa dan Takalar.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Permas, Arfah Basha, mengaku bersyukur terselenggaranya halal bihalal tersebut. Menurutnya, orang selayar dikenal persaudaraan dan persatuannya.

“Kegiatan seperti inilah kesempatan bagi kita untuk bertemu, bersilaturahmi dan mempererat persatuan kita. Syukurlah banyak yang hadir meski ditengah kesibukan kita sehari-hari di kota,” kata Arfah.

Dia menjelaskan, anggota Permas tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Organisasi ini memiliki fungsi membangun silaturahmi dan bertujuan untuk membangun pemahaman keagamaan, membangun masyarakat baik dari sisi sosial, pendidikan dan ekonomi.

“Kita bisa kumpul disini, tidak lain karena dukungan Pak Wawali. Ia adalah orang tua kita di kota ini meski ia muda dari kita,” kata Arfah.

Deng Ical sapaan akrab Syamsu Rizal mengatakan halal bihalal tersebut merupakan agenda silaturahmi tahunan. Ia pun mengaku sangat bangga menjadi bagian dari pada keluarga besar masyarakat Selayar.

“Dari halal bihalal ini kita perkuat hubungan emosional, lahir hal produktif yang bisa berdampak positif bagi makassar dan selayar,” ujar orang nomor dua di Makassar ini.

Turut hadir Wakil Bupati Selayar, H. Zainuddin. Dalam sambutannya ia mengaku sangat bangga dengan karakter yang dimiliki Deng Ical.

“Sebagai orang Selayar kami bangga, ia adalah pemimpin yang baik, ia punya kecerdasan intelektual dan spiritual,” ujarnya.

Sejumlah tokoh masyarakat hadir, diantaranya pimpinan pondok pesantren Babussalam Bandung
Kh. Drs. Muktar Adam, Dosen Unhas Dr. Usman Arsyad, Dosen UIN Alauddin Makassar Dr Sabri, Anggota DPRD Selayar Miswar Wahyudhy Nasir Leha dan sejumlah aktivis pemuda.

****

Alief