Selayarnews.com – Perubahan arah dukungan parpol membuat konstalasi politik di Pilgub SulSel semakin dinamis.

Sesuai dengan Rekomendasi/Surat Tugas yang telah dikeluarkan oleh Parpol maka NH-Azis  telah mengamankan Golkar, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI dengan akumulasi 35 kursi.

Sementara itu NA-SS sekalipun harus kehilangan Gerindra masih didukung oleh PAN, PKS dan PDIP dengan 20 kursi.

IYL-Cakka yang memilih berjuang di jalur perseorangan tinggal membutuhkan kekurangan dukungan sebanyak 3.390.

Bagi Agus-TBL yang telah mengantongi dukungan Gerindra (11 kursi) masih membutuhkan tambahan dukungan. Sesuai dengan syarat pencalonan maka parpol atau gabungan parpol dapat mendaftarkan calon apabila memenuhi minimal 20% jumlah kursi DPRD atau 25% suara sah Pileg DPRD.

Kondisi ini akan semakin melahirkan tarik menarik untuk mempertahankan dan menggenapkan dukungan parpol menjelang pendaftaran pasangan calon pada tanggal 8-10 Januari 2018. Saat ini terbuka peluang Pilgub SulSel diikuti oleh 3 atau 4 paslon.

Melihat arah koalisi Gerindra, PKS dan PAN dibeberapa Pilgub maka dukungan Agus-TBL dapat tercukupi apabila PAN bergabung ditambah dengan PBB sehingga akumulasinya menjadi 21 kursi.

ini tentu akan memaksa NA-SS untuk mencari tambahan koalisi yang mempunyai kursi minimal 6. Yang paling potensi digerogoti adalah dukungan NH-Azis dengan mengambil Nasdem (7 kursi) atau Hanura (6 kursi). Begitu juga di pendukung IYL-Cakka karena keberadaan Demokrat (11 kursi) dan PPP (7 kursi) tidak mempengaruhi pencalonan melalui jalur perseorangan.

Arah dukungan Parpol di Pilgub 2018 sangat beririsan dengan kepentingan Pilpres 2019 sehingga akan tetap melahirkan kejutan-kejutan sebelum pendaftaran. Tentu kita tidak mengharapkan ada Paslon yang harus dipermalukan untuk meninggalkan arena sebelum pertarungan dimulai.

 

Penulis  : Sulfinas Indra, S.Sos.M.Si 

Pengamat Pemilu Sulsel, beliau merupakan  Mantan  Ketua  KPU Kepulauan Selayar dan saat  ini  adalah  Direktur  Fokus Pemilu)