Warga Inggris Pilih Keluar dari Uni Eropa, Politikus Eropa Terkejut

0

Selayarnews.com – Dalam referendum bersejarah untuk menentukan nasib Inggris di Uni Eropa, puluhan juta warga Inggris telah menentukan pilihan mereka. Mayoritas warga Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa.

Keputusan bangsa Inggris ini mengejutkan para politikus Eropa. Mantan Perdana Menteri Finlandia Alexander Stubb termasuk di antaranya.

4c4b147a-b755-41e4-b69a-7781df1bec67_169“Tolong katakan bahwa saya masih tidur dan ini semua hanya mimpi buruk,” tulis Stubb dalam postingannya di akun Twitter seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (24/6/2016).

“Biasanya hal-hal ini datang dalam tiga tahap: 1. Krisis, 2. Kekacauan, 3. Solusi sub-optimal. Tidak tahu sedang di mana kita saat ini,” imbuhnya. Ini merupakan reaksi pertama yang dilontarkan oleh para tokoh senior di Uni Eropa.

Sejauh ini kubu yang memilih keluar dari Uni Eropa mengungguli mereka yang ingin tetap di dalam Uni Eropa. Media-media nasional Inggris pun telah menyimpulkan hasil akhir referendum adalah Inggris keluar dari Uni Eropa.

Pemungutan suara telah selesai digelar di 380 wilayah yang ada di seluruh Inggris, Wales dan Skotlandia. Ditambah dua wilayah yang ada di Irlandia Utara dan juga Gibraltar yang terletak di pantai selatan Spanyol. Dengan demikian, total ada 382 area pemungutan suara, yang masing-masing mengumumkan hasilnya secara bertahap.

Hasil akhir referendum ini akan diumumkan Manchester Town Hall, Inggris bagian utara, hanya jika 382 wilayah itu telah mengumumkan hasil secara resmi. Diperkirakan hasil akhir bisa diketahui pada Jumat (24/6) pagi waktu Inggris. Jakarta terpaut perbedaan waktu 6 jam lebih cepat dari London, Inggris.

Inggris sendiri bergabung dengan Uni Eropa sejak tahun 1973 silam. Namun pada praktiknya, banyak yang merasakan manfaat Uni Eropa tidak banyak bagi Inggris dan Uni Eropa malah dianggap membebani Inggris. Referendum semacam ini pernah digelar pada tahun 1975 dan hasilnya memutuskan Inggris tetap di Uni Eropa. Untuk referendum tahun ini, Perdana Menteri David Cameron telah berjanji akan menggelar referendum jika dia memenangi pemilu tahun 2015 lalu, yang merupakan periode keduanya sebagai PM Inggris.