Selayarnews-Upaya mewujudkan kemandirian ekonomi desa sebagaimana ditekankan dalam kebijakan nasional penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terus menunjukkan hasil nyata di Desa Barat Lambongan, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar. Melalui unit usaha peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes Tanjung Harapan, desa ini kini mampu mencatat omzet hingga Rp21.200.000 per bulan dari produksi dan pemasaran telur yang berkelanjutan. Usaha tersebut berlokasi di Dusun Boneria, Desa Barat Lambongan.
Program pengembangan BUMDes sendiri merupakan bagian dari strategi nasional dalam mendorong desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa. Unit usaha ayam petelur menjadi salah satu sektor yang dinilai potensial karena memiliki permintaan stabil serta mampu menghasilkan pendapatan rutin bagi desa.
Direktur BUMDes Tanjung Harapan, Sumardi, menjelaskan bahwa usaha peternakan ayam petelur yang dikelola bersama jajaran pengurus yang terdiri dari Sekretaris interim Andi Amri Natsir dan Bendahara Sitti Asma tersebut saat ini mampu memproduksi sekitar 100 rak telur per minggu atau setara 4.500 butir telur. Produksi tersebut dipasarkan dengan menyuplai kebutuhan SPPG dalam program MBG sebanyak 100 rak per minggu, serta sebagian lainnya didistribusikan ke sejumlah toko kelontongan di wilayah Kepulauan Selayar.
“Produksi kami saat ini mencapai sekitar 100 rak per minggu, dengan omzet Rp5.300.000 per minggu atau sekitar Rp21.200.000 per bulan. Ini menjadi bukti bahwa BUMDes dapat menjadi sumber pendapatan desa sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat jika dikelola secara konsisten,” ujar Sumardi.
Ia menjelaskan, telur produksi BUMDes dipasarkan dengan harga berkisar Rp50.000 hingga Rp55.000 per rak berisi 100 butir, yang masih berada dalam kisaran harga pasar peternak rakyat. Dengan harga tersebut, usaha tetap kompetitif di pasar sekaligus mampu memberikan margin usaha yang sehat untuk keberlanjutan pengembangan BUMDes. Menurutnya, stabilnya produksi dan pemasaran menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan usaha peternakan tersebut.
Pendamping Desa Barat Lambongan, Andi Nastuti, memberikan apresiasi atas capaian BUMDes Tanjung Harapan yang dinilai berhasil mengembangkan unit usaha produktif berbasis potensi lokal desa. Ia menyebut bahwa keberhasilan tersebut merupakan contoh nyata implementasi program pemberdayaan ekonomi desa yang sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat peran BUMDes.
“BUMDes Barat Lambongan telah menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Unit usaha ayam petelur ini menjadi bukti bahwa desa mampu mengelola potensi yang dimiliki menjadi sumber ekonomi yang produktif. Ini sejalan dengan tujuan pembangunan nasional untuk mendorong desa menjadi mandiri dan memiliki ketahanan ekonomi yang kuat,” ungkap Andi Nastuti.
Keberhasilan usaha ayam petelur ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi fondasi ekonomi desa yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran BUMDes sebagai motor penggerak kemandirian desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red)























