Selayarnews– Bupati Kepulauan Selayar, H. Basli Ali mengecam aksi penyaniayaan yang dialami 8 orang atlet dayung yang ikut Porprov Sulawesi Selatan 2022 di Kabupaten Sinjai.
Bupati menilai insiden ini telah mencoreng wajah olahraga di Sulsel. Ia pun meminta panitia pelaksana, KONI Sulsel dan pemerintah setempat untuk bertanggung jawab atas pengeroyokan yang dialami 8 atlet terbaik Selayar.
“Ini preseden buruk bagi dunia olahraga kita. Kenapa ini bisa terjadi, panitia pelaksana dan Pemda Sinjai harus bertanggung jawab atas insiden ini,” kata Bupati, Rabu (26/10/2022).
Bupati juga meminta kepada seluruh masyarakat Selayar agar tidak terpancing atas kejadian ini, dan menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum.
“Kepada semua pihak, terutama masyarakat Selayar, jangan terpancing atas kejadian ini, kita serahkan semuanya ke penegak hukum. Untuk para atlet, semoga tetap semangat,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua KONI Selayar Jonny Hidayah telah melakukan upaya hukum atas insiden yang dialami atletnya. Ia mengungkapkan satu orang atlet dayung kontigen Selayar mengalami luka robek pada bagian kepala, dan 7 orang lainnya mendapat perawatan medis.
“Kita memang sudah dari awal berusaha dicegat mulai dari peraturan panitia yang berubah-ubah terkait penggunaan perahu naga dan kami menduga bahwa ini adalah hal yang sama untuk menjatuhkan tim kami di cabor dayung,” ungkap Jonny.
Informasi terbaru, saat ini Polres Sinjai telah mengamankan dua (2) orang pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap atlet cabor dayung asal Selayar.
Mereka diantaranya berinisial SN (20) dan DN (24). Keduanya berhasil diringkus Satreskrim Polres Sinjai di kediamannya di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara. (AJ)























