Selayarnews – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah (ITSBM) Selayar bekerja sama dengan Pusat Kajian Tamaddun Silajara menggelar Lomba Ceramah dalam Bahasa Selayar tingkat SLTA se-Kabupaten Kepulauan Selayar. Kegiatan yang mengusung tema “Dengan Semangat Tahun Baru Islam, Kita Perkuat Nilai-nilai Ke-Selayaran” ini diikuti oleh 19 peserta dari 12 SMA, SMK, dan MA, di Benteng, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berdakwah sekaligus memperkuat kecintaan terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Selayar. Melalui ceramah yang disampaikan dalam Bahasa Selayar, para peserta diajak mengangkat nilai-nilai keislaman yang sejalan dengan kearifan lokal dan tradisi masyarakat setempat.
Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba ceramah dalam bahasa daerah merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pelestarian budaya lokal.
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain mengembangkan nilai-nilai dan syiar Islam di tengah masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang harus terus dijaga. Ini merupakan sebuah inisiatif yang sangat luar biasa dan patut didukung bersama,” ujar H. Muhtar.
Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Tamaddun Silajara, Prof. Dr. Mardi Adi Armin, M.Hum., dalam sambutan yang disampaikan secara virtual mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya Selayar membutuhkan ruang-ruang kreatif yang mampu melibatkan generasi muda secara langsung.
“Ini merupakan kegiatan kedua yang kami selenggarakan. InsyaAllah ke depan akan terus ada berbagai kegiatan yang mendukung pelestarian budaya Selayar sebagai kekayaan dan identitas kita sebagai orang Selayar. Budaya dan bahasa daerah merupakan warisan yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang,” kata Prof. Mardi.
Melalui kegiatan ini, BEM ITSBM Selayar dan Pusat Kajian Tamaddun Silajara berharap Bahasa Selayar dapat terus digunakan, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Selain menjadi sarana syiar Islam, lomba tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa daerah sehingga tetap lestari di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.
(Red)























