Benteng – DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar Musyawarah Cabang di Aula Rumah Jabatan Bupati, Rabu (13/10).
Kegiatan tersebut terdiri dari beberapa agenda Musyawarah yang turut dihadiri langsung oleh H. Andi Chairil Anwar selaku Ketua DPD HNSI Provinsi Sulawesi Selatan beserta anggota, Wakil Bupati H. Syaiful Arif, DanUnit Intel Dim 1415 Letda Inf Muh. Rusdy, Kasipidum Kajari Edy Djuaebang, Kabid Kewaspadaan dini Kesbangpol Ir. StefGBenus Lao, Para Perangkat Pemerintahan Kab. Selayar, dan Ketua DPC HSNI Kabupaten Jeneponto, Sinjai, Bulukumba, Makassar dan Gowa.
Dalam sambutannya, Saiful Arif selaku Wakil Bupati mengatakan bahwa nelayan bersama petugas merasa aman karena merasa di lindungi oleh aparat dan mereka melakukan hal ilegal bukan untuk mensejahterakan keluarganya tapi semata-semata untuk membayar utang karena adanya pengaturan ke aparat dan para pemodal sarana dan prasarana.
“Bangun Selayar sebagai bagian dari Sul-Sel dan bagian dari Indonesia, potensi Selayar yang sangat besar adalah lautnya yang sangat berlimpah dengan berbagai jenis ikan olehnya perlu sinergi, koordinasi dengan berbagai unsur pemerintahan untuk meluruskan berbagai penyimpangan ilegal di wilayah laut Selayar,” Ungkap Saiful Arif.
Sementara itu, H. Andi Chairil Anwar selaku Ketua DPD HNSI Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan bahwa Nelayan itu tidak pernah nakal tapi siapa yang menghantarkan nelayan itu menjadi nakal yang membawa nelayan jadi nakal adalah para penjahat ekonomi. Hilangkan stigma bahwa nelayan itu miskin, lindungi nelayan dengan cara legal.
“Selayar merupakan wilayah yang punya potensi lebih di banding daerah lain, perhatian kita ke nelayan hanya di jadikan tataran kepentingan ekonomi semata. Mohon dukungan dan dan support kepada semua unsur pemerintah Kab. Selayar,” Paparnya.
Lebih jauh, dalam Musyawarah Daerah tersebut telah diputuskan pengurus inti DPC HSNI Kepulauan Selayar yang baru yakni Abdul Halim Rimamba selaku Ketua, Sekjen Al Amin dan Bendahara umum Andi irwan untuk masa bakti 2021-2026.
“Bahwa dengan usia yg tergolong sudah tua di HNSI saya akan melakukan pengabdian yang terbaik, nelayan adalah bagian terpenting dalam kehidupan kita sebagai sumber asupan kita semua. Selayar merupakan wilayah Indonesia yang berada di tengah-tengah dan banyak di minati oleh masyarakat luar,” Ungkap Ketua DPC HSNI Kepulauan Selayar.
Ia menambahkan bahwa kedepannya, HSNI harus menjadikan nelayan keluar dari stigma sebagai objek kejahatan ekonomi.
“Nelayan kita saat ini menjadi kaki tangan para penjahat ekonomi. Tujuan kita adalah membangun kultur nelayan dan mengangkat harkat dan martabat nelayan, bukan di jadikan sebagai objek kejahatan ekonomi,” Kuncinya.
Diakhir acara tersebut kemudian dilanjutkan Penanda tanganan MOU lintas DPC dengan Bapak Wakil Bupati Kab. Selayar.
Bolls























