Selayarnews– Musyawarah Nasional (Munas) XI Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Masyarakat Selayar (PERMAS) menetapkan Prof. Dr. H. Abdul Kadir, Ph.D., Sp.THT-KL(K), MARS sebagai Ketua Umum DPP PERMAS Selayar periode 2026-2030. Ia terpilih secara aklamasi menggantikan Dr. H. Syamsul Rizal, MI, dalam sidang Munas yang berlangsung di Hotel Grand Asia, Makassar, Minggu (14/6/2026).
Terpilihnya Prof. Abdul Kadir menandai hadirnya seorang tokoh nasional asal Kepulauan Selayar di pucuk kepemimpinan organisasi yang menjadi rumah besar masyarakat Selayar di perantauan. Sosok yang lahir di Benteng, Kepulauan Selayar, pada 23 Mei 1962 ini dikenal luas sebagai akademisi, dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher (THT-KL) konsultan, peneliti, manajer rumah sakit, hingga birokrat kesehatan yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di tingkat nasional.
Perjalanan hidup Prof. Abdul Kadir dimulai dari tanah Selayar. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Benteng, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Benteng sebelum bersekolah di SMA Negeri 1 Makassar. Ketertarikannya pada dunia kesehatan tumbuh sejak usia muda. Pengalaman hidup di daerah kepulauan dengan akses layanan kesehatan yang masih terbatas kala itu menjadi salah satu motivasi yang mendorongnya memilih profesi dokter.
Setelah diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, ia aktif tidak hanya dalam kegiatan akademik tetapi juga organisasi kemahasiswaan. Kemampuannya di bidang akademik membawanya melanjutkan pendidikan ke Jepang. Di Hiroshima University, ia menyelesaikan pendidikan doktoral (Ph.D.) bidang Otolaringologi atau ilmu kesehatan telinga, hidung, tenggorokan, kepala dan leher. Sekembalinya ke Indonesia, ia menyelesaikan pendidikan Spesialis THT-KL di Universitas Hasanuddin dan kemudian memperkuat kompetensinya di bidang manajemen dengan meraih gelar Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS).
Karier akademiknya berkembang pesat di Universitas Hasanuddin. Ia dikenal sebagai dosen, peneliti, dan dokter pendidik yang aktif menghasilkan berbagai karya ilmiah di bidang kesehatan THT. Dedikasinya di dunia pendidikan mengantarkannya meraih jabatan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, salah satu capaian akademik tertinggi di lingkungan perguruan tinggi.
Namun kiprah Prof. Abdul Kadir tidak hanya berhenti di dunia kampus. Pengalamannya sebagai dokter spesialis dan akademisi membuatnya dipercaya memegang berbagai posisi penting di rumah sakit pendidikan terbesar di Indonesia Timur, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Di rumah sakit tersebut ia pernah menjabat sebagai Direktur Medik dan Keperawatan, Direktur Umum dan Operasional, hingga akhirnya dipercaya sebagai Direktur Utama.
Di bawah kepemimpinannya, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo terus berkembang sebagai rumah sakit rujukan utama kawasan timur Indonesia. Pengalaman mengelola rumah sakit besar dengan kompleksitas pelayanan yang tinggi menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya selanjutnya di tingkat nasional.
Kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas kepemimpinannya semakin besar ketika ia ditunjuk menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, rumah sakit rujukan nasional untuk penanganan kanker. Jabatan tersebut menempatkannya di garis depan pengembangan pelayanan kesehatan kanker di Indonesia. Selain itu, ia juga pernah mendapat amanah sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama RS Fatmawati Jakarta.
Karier birokrasinya kemudian memasuki fase yang lebih strategis saat dipercaya memimpin Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDM Kesehatan) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam posisi tersebut, ia berperan dalam pengembangan kapasitas tenaga kesehatan yang menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan nasional.
Puncak karier birokrasinya terjadi ketika Presiden Republik Indonesia menunjuknya sebagai Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Sebagai Dirjen Pelayanan Kesehatan, Prof. Abdul Kadir bertanggung jawab terhadap berbagai kebijakan dan program strategis yang berkaitan dengan rumah sakit, puskesmas, pelayanan kesehatan rujukan, hingga peningkatan mutu layanan kesehatan di seluruh Indonesia.
Jabatan tersebut menjadikannya salah satu putra Selayar yang berhasil menembus posisi tertinggi dalam struktur birokrasi kesehatan nasional. Selama menjabat, ia dikenal aktif mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan penguatan sistem kesehatan nasional.
Setelah menyelesaikan tugasnya di Kementerian Kesehatan, kiprah Prof. Abdul Kadir tetap berlanjut melalui berbagai amanah strategis lainnya. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Kimia Farma Tbk serta dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, lembaga yang mengawasi jalannya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang melayani ratusan juta masyarakat Indonesia.
Meski telah berkiprah di tingkat nasional, Prof. Abdul Kadir tetap dikenal memiliki perhatian besar terhadap daerah asalnya. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap menyampaikan kebanggaannya sebagai putra Selayar dan pentingnya membangun sumber daya manusia sebagai modal utama kemajuan daerah.
Kini, melalui amanah sebagai Ketua Umum DPP PERMAS Selayar periode 2026-2030, Prof. Abdul Kadir membawa pengalaman panjangnya di dunia akademik, birokrasi, dan manajemen organisasi untuk memperkuat peran PERMAS sebagai wadah pemersatu masyarakat Selayar.
Dalam pidato perdananya usai terpilih, ia menegaskan komitmennya membangun organisasi yang inklusif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menempatkan penguatan persatuan warga Selayar, transformasi digital organisasi, tata kelola yang akuntabel, pelestarian budaya sipakatau, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai fokus utama kepengurusannya.
“PERMAS harus menjadi rumah besar seluruh masyarakat Selayar. Kita ingin membangun organisasi yang mampu merangkul semua potensi yang dimiliki warga Selayar, baik yang berada di kampung halaman maupun yang tersebar di berbagai daerah dan luar negeri,” ujar Prof. Abdul Kadir.
Dengan rekam jejak sebagai Guru Besar Universitas Hasanuddin, mantan Direktur Utama sejumlah rumah sakit nasional, mantan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Komisaris Utama BUMN farmasi, hingga Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, banyak pihak menaruh harapan agar kepemimpinan Prof. Abdul Kadir dapat membawa PERMAS menjadi organisasi yang semakin solid, berwibawa, dan mampu menghimpun kekuatan diaspora Selayar untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat Tanadoang di masa mendatang. (Red)























