Selayarnews-Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan kunjungan kerja ke Pantai Pinang, Desa Lowa, Kecamatan Bontosikuyu, menyusul ditemukannya Kima Raksasa yang selama ini menjadi ikon wisata bawah laut kawasan tersebut dalam kondisi tinggal cangkang di dasar laut, Minggu (14/02/2026). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Muhammad Anas Ali, SH.
Kunjungan ini diinisiasi oleh Komisi I DPRD dengan melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Badan Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Selayar. Agenda pembahasan mencakup fungsi pengawasan terhadap destinasi wisata yang menjadi kewenangan Dinas Pariwisata, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) oleh Penanaman Modal dan PTSP, serta pengawasan orang asing oleh Kesbangpol di kawasan wisata tersebut.
Dalam keterangannya, Muhammad Anas Ali menyampaikan keprihatinan atas hilangnya biota laut yang selama ini menjadi daya tarik utama penyelam.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Kima sebesar itu membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk tumbuh. Ini bukan hanya soal satu biota, tetapi soal kelestarian laut dan masa depan pariwisata Selayar. Kami meminta agar dilakukan penyelidikan dan kajian teknis untuk memastikan penyebabnya, karena kima adalah jenis kerang yang dilindungi oleh hukum,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, kima raksasa jenis Tridacna gigas merupakan biota laut yang dilindungi penuh berdasarkan peraturan perundang-undangan nasional dan juga masuk dalam daftar perlindungan internasional CITES. Biota ini memiliki kemampuan menutup cangkang dengan sangat kuat serta pertumbuhan yang lambat. Sejumlah pihak menyebut bahwa secara alami kima yang mati dapat menyisakan cangkang di dasar laut, namun kronologi yang beredar dari para penyelam menyatakan bahwa biota tersebut masih terlihat dalam kondisi sehat beberapa hari sebelumnya. Karena itu, diperlukan kajian ilmiah dari instansi teknis untuk memastikan apakah kejadian ini murni faktor alami atau terdapat indikasi tindakan destruktif.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan juga berdialog dengan Mr. John,salah satu pemilik resort di kawasan Pantai Pinang. Dari hasil pembicaraan, Mr. Jhon menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam perlindungan kawasan Pantai Puang hingga Bonetappalang, termasuk kontribusi terhadap peningkatan PAD Kabupaten Kepulauan Selayar. Ia juga mendukung rencana pengembangan program edutourism melalui pembinaan anak-anak usia dini guna membentuk karakter cinta wisata dan sadar lingkungan.
Muhammad Anas Ali menambahkan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah sepakat mendorong langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami juga menyepakati bahwa akan dibentuk kelompok Pemuda Sadar Wisata yang melibatkan pemuda setempat khususnya di Desa Lowa, serta peningkatan pemberdayaan masyarakat lokal. Selain itu pembinaan kepada anak-anak usia dini sangat penting agar mereka mencintai dan menjaga lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Selayar, Nur Ihsan Chairuddin, S.S., menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan untuk mengusulkan Pantai Pinang dan sekitarnya sebagai kawasan konservasi. Ia juga menegaskan bahwa Dispar akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Bontosikuyu dan pemerintah desa di sekitar kawasan tersebut untuk pembentukan kelompok Pemuda Sadar Wisata, pemberdayaan masyarakat lokal, serta mendorong lahirnya aturan atau hukum adat yang dapat mendukung pelestarian biota laut dan kelestarian lingkungan.
Langkah mendorong penetapan kawasan konservasi dan penguatan edukasi lingkungan dinilai sebagai momentum penting agar kelestarian laut tetap terjaga. Menjaga lingkungan bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk diwariskan kepada generasi selanjutnya. Pendidikan dan penanaman kesadaran wisata sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun karakter masyarakat pesisir yang peduli terhadap laut, sekaligus memutus kemungkinan masih adanya perilaku merusak yang tanpa disadari diwariskan dari generasi sebelumnya. Dengan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal, Pantai Pinang diharapkan tetap menjadi kebanggaan Selayar dan terus hidup sebagai warisan alam yang lestari.
(Red)






















