• Copyright
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Inside Selayarnews.com
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Senin, Januari 26, 2026
Selayarnews.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Pariwisata
    Pantai Punagaan Selayar Siap Terapkan Slow and Mindful Coastal Tourism, BUMDes Baloka Mandiri Dapat Pendampingan Unhas

    Pantai Punagaan Selayar Siap Terapkan Slow and Mindful Coastal Tourism, BUMDes Baloka Mandiri Dapat Pendampingan Unhas

    Soto Banjar Jl. Bonto Benteng Selayar, Bukti Bahwa Lezat Tak Harus Mewah

    Soto Banjar Jl. Bonto Benteng Selayar, Bukti Bahwa Lezat Tak Harus Mewah

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Peringatan Milad ke-114 Masjid Besar Babul Khaer, Diramaikan Jalan Sehat, Penghargaan dan Bansos

    Peringatan Milad ke-114 Masjid Besar Babul Khaer, Diramaikan Jalan Sehat, Penghargaan dan Bansos

    Muhammad Yusri Lepas 53 Tim Peserta Mancing Mania HUT RI ke-79 di Barugaia

    Muhammad Yusri Lepas 53 Tim Peserta Mancing Mania HUT RI ke-79 di Barugaia

  • Hukum
  • KPPN Benteng
    Menakar Klaim Amran Sulaiman, Hilirisasi Kelapa Bisa Hasilkan Devisa Hingga Rp 4.800 Triliun

    Menakar Klaim Amran Sulaiman, Hilirisasi Kelapa Bisa Hasilkan Devisa Hingga Rp 4.800 Triliun

    Sri Mulyani Resmi Diganti, ini Profil Menteri Keuangan Baru Purbaya Sadewa

    Sri Mulyani Resmi Diganti, ini Profil Menteri Keuangan Baru Purbaya Sadewa

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Lonjakan Harga LPG 3 Kg di Pulau-pulau Selayar 35 Ribu, Bukan 50 Ribu

    Lonjakan Harga LPG 3 Kg di Pulau-pulau Selayar 35 Ribu, Bukan 50 Ribu

  • Lainnya
  • Peristiwa
  • Beranda
  • Pariwisata
    Pantai Punagaan Selayar Siap Terapkan Slow and Mindful Coastal Tourism, BUMDes Baloka Mandiri Dapat Pendampingan Unhas

    Pantai Punagaan Selayar Siap Terapkan Slow and Mindful Coastal Tourism, BUMDes Baloka Mandiri Dapat Pendampingan Unhas

    Soto Banjar Jl. Bonto Benteng Selayar, Bukti Bahwa Lezat Tak Harus Mewah

    Soto Banjar Jl. Bonto Benteng Selayar, Bukti Bahwa Lezat Tak Harus Mewah

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Peringatan Milad ke-114 Masjid Besar Babul Khaer, Diramaikan Jalan Sehat, Penghargaan dan Bansos

    Peringatan Milad ke-114 Masjid Besar Babul Khaer, Diramaikan Jalan Sehat, Penghargaan dan Bansos

    Muhammad Yusri Lepas 53 Tim Peserta Mancing Mania HUT RI ke-79 di Barugaia

    Muhammad Yusri Lepas 53 Tim Peserta Mancing Mania HUT RI ke-79 di Barugaia

  • Hukum
  • KPPN Benteng
    Menakar Klaim Amran Sulaiman, Hilirisasi Kelapa Bisa Hasilkan Devisa Hingga Rp 4.800 Triliun

    Menakar Klaim Amran Sulaiman, Hilirisasi Kelapa Bisa Hasilkan Devisa Hingga Rp 4.800 Triliun

    Sri Mulyani Resmi Diganti, ini Profil Menteri Keuangan Baru Purbaya Sadewa

    Sri Mulyani Resmi Diganti, ini Profil Menteri Keuangan Baru Purbaya Sadewa

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Lonjakan Harga LPG 3 Kg di Pulau-pulau Selayar 35 Ribu, Bukan 50 Ribu

    Lonjakan Harga LPG 3 Kg di Pulau-pulau Selayar 35 Ribu, Bukan 50 Ribu

  • Lainnya
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Selayar News
No Result
View All Result
Home Budaya

Bulaenna Parangia, Legenda Kepemimpinan dan Keberanian dari Selayar

by oi
19/04/2025
0

Selayarnews-Kisah Bulaenna Parangia merupakan legenda kepahlawanan yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Cerita ini mengisahkan tentang Raja Tanete, yang bernama asli Maddukelleng Dg Silasa, yang dikenal dengan gelar kehormatan Bulaenna Parangia, atau dalam bahasa Indonesia berarti “Emas dari Parangia”.

Dari cerita yang dikisahkan turun temurun, Maddukelleng Dg Silasa adalah seorang raja yang sangat dihormati dan dicintai oleh rakyatnya. Ia adalah perpaduan antara kepemimpinan, keberanian, kesetiaan, keikhlasan dan Kasih Sayang.

READ ALSO

Lestarikan Budaya Lokal, Institusi Kajian “Tamaddun Silajara” Resmi Diperkenalkan di Hari Jadi Selayar ke-420

Launching Koperasi Konsumen dan PMB ITSBM Selayar Tahun Akademik 2026/2027, Dorong Penguatan Ekonomi dan SDM Daerah

Keberaniannya dikisahkan saat menghadapi ancaman serangan dari pasukan Serang, beliau memanggil seluruh keluarga dan rakyatnya untuk berkumpul.
Ia mengetahui bagaimana Serang telah bersekutu dengan VOC yang membuatnya dilengkapi dengan persenjataan yang lebih modern berupa bedil dan meriam.

Dikutip dari historial.id, Pada saat Bulaenna Parangia memanggil seluruh keluarga, baik yang dekat maupun jauh, termasuk mereka yang berada di seberang laut. Keluarga bangsawan maupun bukan bangsawan, sepupu, dan ipar semuanya diundang untuk berkumpul di Istana Balla Lompoa.

Tak lama kemudian, seluruh keluarga pun hadir dan duduk bersila dengan rapi di hadapan Bulaenna Parangia Parammatana Munteya. Di antara yang hadir, terdapat sepupunya yang bernama Opu Etang, yang juga duduk rapi di hadapan beliau.

Saat musyawarah berlangsung, Bulaenna Parangia menyampaikan sebuah kabar penting yang harus diketahui oleh semua yang hadir.

“Wahai rakyatku yang hadir, dan seluruh keluarga yang ada di hadapanku. Saya kabarkan bahwa dalam waktu dekat, daerah kita akan terkena musibah. Musuh akan datang menyerang. Oleh karena itu, saya mengumpulkan kalian semua, semua tubarani, pemberani yang pantang menyerah.”

Kalian yang berani bertarung di medan laga, yang tak gentar menghadapi senjata tajam, tombak, dan berani dalam tebas menebas, tikam menikam. Kalian yang tak pernah takut di medan pertempuran, saling beradu kekuatan dari utara ke selatan, barat ke timur, berlaga seperti kuda, dan seperti kerbau saling menanduk di lapangan yang luas.

Setelah menyampaikan pesan tersebut, Bulaenna Parangia, seorang lelaki yang pantang mundur dan panutan bagi masyarakatnya, terdiam sejenak.

Kemudian, sepupunya, Opu Etang, mengajukan sebuah usul.

“Wahai Karaeng, alangkah baiknya jika kita memanggil seluruh pendekar (tubarani) untuk dikumpulkan, para tubarani yang pantang mundur di medan laga,” usul Opu Etang.

Bulaenna Parangia menanggapi usul tersebut dengan tegas. Sikap kesatria beliau diuji pada saat itu. Pada waktu yang bersamaan, datanglah kesempatan untuk menghindari perang yang akan berkecamuk.

Sebuah pasukan besar yang diprediksi akan mengalahkan pasukannya yang lebih kecil, tidak membuatnya berniat untuk lari. Padahal, jika Bulaenna Parangia memilih untuk memenuhi undangan dari Ujung Pandang, rakyatnya pun akan memaklumi dan bahkan banyak yang mengharapkannya.

Rakyat Tanete yang mencintai rajanya berharap agar ia pergi menghindari perang untuk terhindar dari takdir kematian.

Namun, Bulaenna Parangia tetap memilih untuk tinggal dan berjuang.

“Opu, pergilah menggantikan saya berlayar ke Ujung Pandang atas undangan dari Tuan Kalompoang. Sebab saya seperti melihat pada tengah malam terdengar bunyi genderang perang di dataran ini dan akan terjadi malapetaka.”

“Opu Etang, mintakan senjata sebanyak-banyaknya dan baju besi empat puluh. Perlengkapan ini akan dipakai untuk menghadapi musuh yang akan datang menyerang. Kita akan melihat siapa yang jantan dan siapa yang penakut. Sampaikan permintaan maafku karena tidak dapat hadir. Ini tidak biasa, saya sangat malu terhadap sesama raja,” katanya.

Setelah menerima perintah, Opu Etang pun berlayar ke Makassar bersama Opu Sampuloia Se’re (Pejabat Kerajaan). Meskipun hatinya ragu, karena ia juga merasa pasukan Raja Serang Ratuna Pua-pua akan segera datang, ia tetap berangkat.

Tak lama setelah kepergian Opu Etang, datanglah Suro, abdi kerajaan yang patuh kepada perintah raja, memasuki pekarangan Balla Lompoa. Dengan langkah penuh hormat, Suro mendekat dan melaporkan kepada Bulaenna Parangia.

Salah satu nilai yang terkandung dalam naskah Sinrilik Bulaenna Parangia adalah semangat juang yang pantang mundur, sebagaimana yang disampaikan oleh Raja Tanete kepada Opu Bira Daeng Mattalli dan I Bo’da Daeng Siboja:

“Sebaiknya Baginda kembali pulang ke istana, dan kembali ke kampung halaman. Pasukan yang akan kau hadapi adalah musuh yang banyak, kuat, dan sangat kejam di bawah perintah para kaptennya,” kata Opu Bira Daeng Mattalli.

Mendengar hal itu, Bulaenna Parangia berpaling dan berkata, “Rupanya kau tidak tahu diri, sudah disayang, dan dikasihani, kau malah memudarkan semangatku. Orang yang tidak punya malu, tidak punya rasa persaudaraan. Aku malu kembali, pantang mundur. Bila aku kembali, aku akan turun martabatku, hina diriku. Malu saya akan ditombak seperti babi, diusir laksana kerbau, dikejar bagaikan kuda.”

“Aku adalah lelakinya lelaki, jantannya jantan. Tidak ada seorang pun yang kutakuti, tak seorang pun pendekar kusegani, tak juga orang kebal kuhindari, dan tak ada pasukan yang tak kuhadapi,” tegas Maddukelleng Dg Silasa.

Mendengar ucapan tersebut, Opu Bira Daeng Mattalli pun pergi bersama pasukannya, sementara Bulaenna Parangia bersiap untuk pertempuran yang semakin dekat, meskipun ia tahu bahwa saat-saat terakhirnya sudah semakin dekat.

Saat ribuan pasukan Serang datang menyerang di Pantai Tanete, Bulaenna Parangia tampil di depan memimpin langsung rakyatnya. Dalam pertempuran tersebut, ia bersama dua pendekarnya, I Mappa Daeng Siratang dengan keris Lamba Tallua, dan I Masere Daeng Situju dengan keris Sipukalaya, berhasil menaklukkan ribuan pasukan Serang. Namun, ketiganya gugur karena kelelahan setelah pertempuran yang sengit.

Kisah kepahlawanan ini dilestarikan melalui sinrilik, yaitu bentuk sastra lisan tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Sinrilik Bulaenna Parangia mengandung nilai-nilai keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan yang menjadi inspirasi bagi masyarakat Selayar .

Dari berbagai sumber, Bulaenna Parangia dipercaya sebagai keturunan bangsawan lokal Selayar atau memiliki hubungan darah dengan elite Kesultanan Gowa. Beberapa versi menyebut ayahnya sebagai Karaeng Laikang pemimpin pesisir Selayar yang berafiliasi dengan Gowa.

Tradisi lisan menyebut ibunya berasal dari keluarga pemuka adat Tanadoang (Julukan Untuk Pulau Selayar), menunjukkan perkawinan politik antar kelompok penting di Selayar. Cerita rakyat menyebut ia memiliki saudara bernama I Daeng Mallomo , yang dikenal sebagai panglima perang.

Masa kecilnya dibesarkan dalam lingkungan istana (saporaja) atau rumah bangsawan dengan pendidikan tradisional. Ia dan beberapa temannya memiliki kemampuan navigasi, perdagangan, dan strategi perang laut karena Selayar adalah wilayah kepulauan.

Dalam beberapa catatan juga disebutkan bahwa ia menikah dengan I Daeng Tamemang dan memiliki beberapa anak, salah satunya Daeng Pasau, yang kelak menjadi penerus kepemimpinan di wilayah Pasitanete.

Kehidupan pribadi Bulaenna Parangia mencerminkan dinamika masyarakat Selayar yang multikultural, religius, dan gigih mempertahankan identitas. Meski detailnya perlu verifikasi, kisahnya menjadi cerminan nilai-nilai kepemimpinan lokal Sulawesi Selatan.

(Tim Redaksi)

Disclaimer:
Tulisan di atas diperoleh dari berbagai sumber yang kebenarannya masih membutuhkan penelitian, karena sumber tertulis yang sangat minim dan kemungkinan sudah bercampur dengan mitos.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp

Terkait

ShareTweetShare

Related Posts

Lestarikan Budaya Lokal, Institusi Kajian “Tamaddun Silajara” Resmi Diperkenalkan di Hari Jadi Selayar ke-420
Budaya

Lestarikan Budaya Lokal, Institusi Kajian “Tamaddun Silajara” Resmi Diperkenalkan di Hari Jadi Selayar ke-420

01/12/2025
Launching Koperasi Konsumen dan PMB ITSBM Selayar Tahun Akademik 2026/2027, Dorong Penguatan Ekonomi dan SDM Daerah
NEWS

Launching Koperasi Konsumen dan PMB ITSBM Selayar Tahun Akademik 2026/2027, Dorong Penguatan Ekonomi dan SDM Daerah

28/11/2025
Menakar Klaim Amran Sulaiman, Hilirisasi Kelapa Bisa Hasilkan Devisa Hingga Rp 4.800 Triliun
Budaya

Menakar Klaim Amran Sulaiman, Hilirisasi Kelapa Bisa Hasilkan Devisa Hingga Rp 4.800 Triliun

21/11/2025
Santri Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim Ikuti Pelatihan Jurnalistik Intensif
NEWS

Santri Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim Ikuti Pelatihan Jurnalistik Intensif

30/10/2025
SESREG Unhas Mengajak Generasi Muda Selayar Peduli Lamun demi Kehidupan Laut yang Berkelanjutan
NEWS

SESREG Unhas Mengajak Generasi Muda Selayar Peduli Lamun demi Kehidupan Laut yang Berkelanjutan

24/09/2025
HMJ Matematika FMIPA UNM Sukses Gelar Rayon 1 GEOMETRI 2025 di Delapan Daerah Sulsel
NEWS

HMJ Matematika FMIPA UNM Sukses Gelar Rayon 1 GEOMETRI 2025 di Delapan Daerah Sulsel

17/08/2025

BERITA POPULER

Suasana Penuh Haru, Warnai Kedatangan Keluarga Besar  Rapsel Ali dari Selayar

Suasana Penuh Haru, Warnai Kedatangan Keluarga Besar Rapsel Ali dari Selayar

09/04/2023
Polemik Paskibra Bertugas Dalam Keadaan Lapar, Unit Tipikor Polres Selayar Akan Lakukan Penyelidikan

Polemik Paskibra Bertugas Dalam Keadaan Lapar, Unit Tipikor Polres Selayar Akan Lakukan Penyelidikan

21/08/2023
Kisruh Paskibra, Bupati Basli Ali Nonjobkan Tiga Pejabat Penanggung Jawab

Kisruh Paskibra, Bupati Basli Ali Nonjobkan Tiga Pejabat Penanggung Jawab

24/08/2023
Teridentifikasi, Mayat yang Ditemukan di Barugaia Selayar dijemput Keluarga

Teridentifikasi, Mayat yang Ditemukan di Barugaia Selayar dijemput Keluarga

22/11/2022
Breaking News, Legislator Sulsel Ince Langke Meninggal Dunia

Breaking News, Legislator Sulsel Ince Langke Meninggal Dunia

08/09/2020

PILIHAN EDITOR

Ikatan Kerukunan Mahasiswa Tanete : “Jika KM.Lestari Maju Tetap Melarang Pk5 Berjualan, Silahkan Angkat Kaki Dari Pelabuhan Pamatata”

Ikatan Kerukunan Mahasiswa Tanete : “Jika KM.Lestari Maju Tetap Melarang Pk5 Berjualan, Silahkan Angkat Kaki Dari Pelabuhan Pamatata”

04/03/2017
Bocah Main Busur, Guru SD Jadi Korban

Bocah Main Busur, Guru SD Jadi Korban

06/02/2020
Wakapolres Selayar Resmi Naik Pangkat dari Kompol Menjadi AKBP. H. Bustan, SH

Wakapolres Selayar Resmi Naik Pangkat dari Kompol Menjadi AKBP. H. Bustan, SH

02/04/2025
Giliran Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Explore Keindahan Pulau Selayar

Giliran Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Explore Keindahan Pulau Selayar

14/08/2017

Recent Posts

  • Nelayan Asal Tile-Tile Yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Selamat, Kapolres Selayar Tekankan Kewaspadaan Cuaca
  • Menagih Janji Sejarah, Aksi Warga Luwu Raya Tuntut Pembentukan Provinsi Baru
  • Nelayan Asal Tile-Tile Dilaporkan Hilang Saat Melaut, Tim SAR, Polair dan TNI AL Lakukan Pencarian
  • Pelepasan Kajari Selayar Dr. Asri Irwan ke Tempat Tugas Baru Diwarnai Suasana Haru

Kategori

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kriminalitas
  • Nasional
  • NEWS
  • Olahraga
  • OPINI
  • Pemerintah Desa
  • Pemkab Selayar
  • Pendidikan
  • Polisi Kita
  • Politik
  • Suara Parlemen
  • Techno
  • Wisata

Tentang Kami

Selayarnews.com

Media Selayarnews.com dibawah naungan PT.DIPA MEDIA NUSANTARA senantiasa memberikan berita berita teraktual, terpercaya dan berimbang sebagai salah satu referensi berita Tanadoang

Follow us

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Inside Selayarnews.com

Copyright @ 2016 Selayarnews, All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pariwisata
  • Hukum
  • KPPN Benteng
  • Lainnya
  • Peristiwa

Copyright @ 2016 Selayarnews, All right reserved