Selayarnews – Andi Israhuddin, yang akrab disapa Bang Udhin, menyatakan kesiapannya untuk memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kepulauan Selayar periode 2025-2029.
Ia mengklaim telah mendapatkan dukungan dari 13 cabang olahraga (Cabor) sebagai modal kuat dalam memperebutkan posisi ketua umum.
“Ya, saya dengar, kata orang, jadi Ketua KONI itu harus berduit. Di rekening saya mungkin saldonya sedikit, tapi saya punya banyak teman, bahkan teman-teman dari 13 Cabor sudah menghubungi dan menyatakan dukungannya,” ujar Andi Israhuddin kepada Selayarnews.
Saat ini, Andi Israhuddin tercatat sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kepulauan Selayar dan memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan berbagai event olahraga, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Keaktifannya di dunia olahraga menjadi salah satu pertimbangan bagi sejumlah Cabor untuk mendukung langkahnya maju dalam bursa kepemimpinan KONI Selayar.
Dukungan terhadap Andi Israhuddin muncul di tengah proses persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) KONI Selayar, yang digelar pada Sabtu malam (19/04) di Aula Warkop Tanadoang.
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II KONI, Gunawan Redha dan dihadiri Ketua KONI Jonni Hidayah beserta perwakilan Cabor. Dalam pertemuan itu, telah disepakati susunan panitia Muscab, termasuk Steering Committee, Organizing Committee, dan Tim Penjaringan Calon Ketua Umum.
Menariknya, Andi Israhuddin sendiri tercatat sebagai anggota Tim Penjaringan Calon Ketua Umum KONI, yang diketuai Jonni Hidayah, Ketua KONI saat ini, yang sudah tidak dapat mencalonkan diri karena sudah memimpin selama dua periode.
Hal ini menunjukkan bahwa Andi Israhuddin, tidak hanya memiliki dukungan dari Cabor, tetapi juga terlibat aktif dalam proses seleksi kepemimpinan KONI ke depan.
Kesiapan Andi Israhuddin memimpin KONI dinilai penting, mengingat organisasi ini tengah menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persiapan menghadapi Pra-Porprov 2025 yang akan mulai digelar pada Juni mendatang, bahkan beberapa Cabor diinformasikan akan digelar lebih cepat.
Selain itu, masalah anggaran juga menjadi perhatian, setelah usulan dana Rp 8,5 miliar untuk persiapan Pra-Porprov dipangkas menjadi hanya Rp 1 miliar. Kondisi ini berpotensi mengganggu program latihan dan operasional cabang olahraga, padahal lolos Pra-Porprov adalah langkah awal menuju Porprov 2026.
Dengan pengalaman dan jaringan yang dimilikinya, Andi Israhuddin optimis mampu membawa KONI Selayar melalui tantangan tersebut sekaligus mempertahankan tradisi prestasi atlet Selayar di kancah olahraga Sulawesi Selatan.
“Saya siap bekerja sama dengan semua pihak untuk memajukan olahraga di Selayar dan menjaga tradisi medali 10 besar di event regional Porprov,” tegasnya.
(Red)























