Selayarnews-Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, mengajak seluruh jajaran menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperkuat reformasi kultural di lingkungan Polri, dengan menumbuhkan nilai integritas, disiplin, serta komitmen pelayanan kepada masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan dalam paparan internal bertajuk Budaya Polri yang digelar di lingkungan Polres Kepulauan Selayar, Selasa (25/02/2026).
Dalam paparannya, Kapolres menegaskan bahwa budaya bukan sekadar kebiasaan, melainkan cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang melekat dalam diri setiap anggota. Ia mengingatkan bahwa Budaya Polri harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila, Tribrata, dan Catur Prasetya, serta diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
“Ramadhan adalah momentum introspeksi. Reformasi Polri bukan hanya soal sistem, tetapi perubahan pola pikir dan karakter. Kita harus membangun jati diri, meneguhkan integritas, dan menguatkan kepercayaan publik,” tegasnya.
Kapolres juga menyinggung sejumlah tantangan kultural yang masih menjadi sorotan publik, seperti budaya kekerasan, sikap arogan, penyalahgunaan wewenang, hingga orientasi materi. Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab dengan pembenahan menyeluruh melalui penguatan nilai patriotisme, kesetiaan kepada institusi, disiplin, tanggung jawab, solidaritas, serta etika dan moral dalam setiap pelaksanaan tugas.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat harus benar-benar diwujudkan secara nyata.
“Kita tidak boleh mempersulit masyarakat, tidak boleh menyalahgunakan kewenangan, dan harus sabar dalam menghadapi berbagai karakter warga. Disiplin kecil menciptakan kepercayaan besar,” ujarnya di hadapan para pejabat utama dan personel.
Dalam konteks lokal, Kapolres mengingatkan bahwa Budaya Polri harus selaras dengan kearifan lokal Sulawesi Selatan, khususnya nilai Siri’ na Pacce yang menjunjung tinggi harga diri, solidaritas, keberanian, dan kehormatan. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat reformasi budaya Polri untuk membangun institusi yang profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat.
Mengakhiri arahannya, Kapolres berharap seluruh personel menjadikan Ramadhan sebagai titik tolak pembenahan diri dan organisasi, sehingga reformasi kultural benar-benar terwujud dalam sikap, tutur kata, dan tindakan setiap anggota Polres Kepulauan Selayar, demi terbangunnya kepercayaan publik yang semakin kuat terhadap institusi Polri.
(Hms/Red)























