Benteng – Kabupaten Kepulauan Selayar Kemarin digegerkan dengan adanya penetapan status 1 Orang Dalam Pengawasan (ODP). Pasalnya, penerbangan terkahir yang dilakukan dari Makassar – Selayar ini membawa 69 orang penumpang dan salah satunya di tetapkan positif covid 19 berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan rapid test (RPT) di Bandara Aroeppala Selayar.
“Ia terjaring dipemeriksaan screening rapid test. Sementara diambil swabnya untuk pemeriksaan PCR dua hari berturut-turut dan diisolasi di RSUD K.H.Hayyung,” ungkap dr. Husaini selaku Jubir Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Selayar kepada Selayarnews saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4).
Mengenai penanganan pasien RPT positif yang sempat diamankan secara dramatis karena hendak lari dari Rumah Sakit kini menurut dr. Husaini sudah ditangani dan diisolasi di RSUD KH. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar.
“Iya, PCR diperiksa di Makassar, baru diantar tadi. Karena sampelnya harus berseri 2 hari pengambilan berturut-turut, jadi tadi baru diantar ke Balai Besar Laboratorim Kesehatan (BBLK) Makassar,” terangnya.
Lebih jauh menurutnya, untuk 68 penumpang pesawat lainnya tidak dilakukan pemeriksaan Rapid Test dikarenakan kurangnya kemampuan kesiapan alat belum bisa memeriksa semua orang dari zona merah. Yang diperiksa nanti yang resikonya tinggi seperti pasien ODP, PDP,atau orang yang ada riwayat kontak dengan pasien yang positif.
“Tidak ada, karena pada saat pemeriksaan di Bandara tidak ada yang mencurigakan dan yang dilakukan Rapid Test cuma 1 orang saja di Bandara,” imbuhnya.
Karena menurut dr. Husaini Itu bukan kontak positif Covid-19, tapi masih positif rapid test.
Sampai detik ini, jumlah rapid tes yang sudah dipergunakan sebanyak 150 Pcs dari jumlah total yang tersedia 200 Pcs.
“Sisanya tinggal 50 Pcs. Tapi kita sementara menunggu 3.000 Pcs yang dijadwalkan tiba minggu depan,” akunya.
MUH. HATIM AL ASSHAMM






















