Benteng – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melakukan kunjungan ke Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dalam kunjungannya kali ini didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjatjo, Junaedi B selaku Kepala Bappelitbangda, Muhammad Rasyid Kepala BPKAD, Kepala Dinas Perhubungan, Edy Rahmat Sekretaris Dinas PUTR, Aryadi Arsal, Akib Fatah sebagai TGUPP, Veronica Miranty Moniaga, Raysen Wijaya dan Bunyamin Arsyad selaku Staf Khusus Gubernur.
Setelah tiba di Bandara H. Aroepala Selayar, Nurdin Abdullah langsung menuju ke lokasi pembibitan jeruk keprok yang ada di Lingkungan Parappa Desa Bontobangun Kecamatan Bontoharu, Rabu (7/10).
Pjs. Bupati Kepulauan Selayar H. Asriady Sulaiman mengatakan, semoga dengan kedatangan Gubernur Sulawesi Selatan ke Kabupaten Kepulauan Selayar bisa memberikan manfaat yang baik kedepannya.
“Selamat datang Bapak Gubernur beserta rombongan di Kabupaten Kepulauan Selayar. Perlu kami sampaikan bahwa dari kebersamaan kami dengan Forkopimda kondisi di Selayar aman dan kondusif,” Ungkapnya.
Bertujuan ingin mengembalikan kejayaan jeruk keprok Selayar, Pjs Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar Asriady Sulaiman mengatakan dukungan dari Pemerintah Provinsi sangat dibutuhkan dalam membangun daerah Selayar khususnya di bidang pertanian jeruk keprok agar dapat menjadi daerah yang dapat berkembang pesat sama dengan daerah-daerah lainnya di Sulsel Selatan.
“Saya berharap komunitas unggulan jeruk keprok Kabupaten Kepulauan Selayar tidak dinikmati pada satu musim saja namun dapat dinikmati sepanjang musim,” Ucap Asriady Sulaiman.
Ditempat yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan ingin menjadikan Selayar sebagai pusat pengembangan jeruk keprok dengan kualitas high level.
Jeruk sebagai salah satu ikon Kabupaten Kepulauan Selayar menjadikannya daerah ini terkenal di mana-mana.
Nurdin Abdullah menegaskan, karena keunggulannya jeruk asli Selayar, hingga orang nomor satu di Sulsel ini, ingin membuat rekayasa teknologi dengan mendatangkan tenaga ahli, hingga membangun sekolah petani.
“Untuk mengembalikan kejayaan jeruk asli Selayar, mulai dari pengendalian hama, pemupukan sampai pada rekayasa teknologi kita akan lakukan. Saya juga mau ada sekolah petani di Selayar, jadi yang kita sekolahkan adalah petaninya. Semua kebutuhan kita siapkan,” ucap Nurdin Abdullah saat melakukan peninjauan bibit keprok pada kunjugan kerjanya di Selayar.
Keseriusan Gubernur Sulsel untuk fokus menjadikan Selayar sebagai pusat pengembangan jeruk cukup beralasan, pasalnya Selayar akan dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pariwisata. Menurutnya, jika KEK bisa diwujudkan, maka bukan hanya jeruk, tetapi buah-buah lokal lainnya bisa juga dikembangkan.
“Saya ingin menggambarkan, ada sebuah pulau di Jepang namanya Pulau Ehime. Itu produksinya hanya jeruk, bahkan PAD hanya dari jeruk. Semua produk-produk yang dipajang di toko-toko semuanya dari jeruk. Keluar dari bandara sudah ada pot-pot dengan tanaman jeruk, dan setiap tahunnya menghasilkan jeruk dengan rasa yang berbeda-beda,” Jelasnya.
Namun demikian Nurdin Abdullah mengemukakan, di Selayar bisa dilakukan jika dibangun Pusat Penelitian dan pengembangan (Litbang) khusus untuk jeruk. Selain kualitas, tampilan buah jeruk juga ditingkatkan dengan didampingi oleh para tenaga-tenaga ahli.
Sedangkan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjatjo, mengatakan program pengembalian kejayaan keprok Selayar ini akan dimulai dengan pengunaan bibit asli Selayar. Kemudian melakukan kajian plasma nutfah untuk mendapatkan sumber bibit unggul khas Selayar, serta membangun instalasi kebun benih dan kebun plasma nutfah.
Demikian juga penyempurnaan rekomendasi teknologi tepat guna dan budidaya tanaman, melakukan daerah percontohan atau mengembangkan pertanaman jeruk keprok Selayar, berskala kawasan 50-100 hektar per kawasan.
Dukungan kegiatan jeruk keprok Selayar tahun 2020 ini adalah pengembangan jeruk Selayar sebanyak 9.000 pohon. Juga sudah ditetapkan 300 pohon induk dan akan menjadi batang bawah Selayar. Setiap pohon bisa membibitkan sampai 300 ribu pohon pertahun. Sedangkan untuk penetapan calon petani dan kawasan pengembangan sudah ada seluas 100 hektare serta penyiapan kawat duri sebanyak 1.300 rol.
Pihaknya juga telah membantu petani jagung seluas 688 hektare untuk pakan ternak di Selayar serta kacang hijau seluas 100 hektare.
“Rancangan kegiatan untuk tahun 2021, akan mencoba membangun sarana pengairan berupa embun, screen house pembibitan jeruk, dan pengadaan bibit jeruk keprok Selayar dan pengadaan sarana kawat duri,” Kuncinya.
Bolls























