Benteng – Kartu pra-kerja adalah sebuah kartu yang dipromosikan oleh Presiden Jokowi pada saat masa kampanye pemilihan Presiden Indonesia 2019 yang dimana kartu ini digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan.
Melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto sudah mengumumkan bahwa Kartu Pra-kerja sudah dibuka pada tahap awal.
Hal itu menidaki banyaknya masyarakat yang terdampak dari bencana non alam penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) dalam hal perekonomian di seluruh bagian wilayah Republik Indonesia.
Melalui siaran pers yang dilakukannya, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kartu ini diperuntukkan bagi masyarakat yang berumur 18 tahun keatas yang belum memiliki keahlian ataupun bagi para pekerja yang terdampak akibat Covid-19 dan harus di PHK.
Menindaklanjuti hal itu, Muhammad Arsyad. Plt. Kadis PMPTSPTK (Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja) Kabupaten Kepulauan Selayar mengatakan bahwa akan ada pelayanan pendampingan secara tatap muka dengan masyarakat yang ingin mendaftar atau mengakses kartu pra-kerja.
“Dinas PMPTSPTK akan membuka Layanan Pendampingan Pendaftaran Kartu Pra Kerja sbgmn arahan Menko Perekonomian di atas, utamanya bagi mereka yg belum melek IT atau terbatas prasarana,” ungkapnya, Selasa (14/4).
Menurutnya, pelayanan pendampingan ini akan dilaksanakan dengan jangka waktu selama seminggu sebagai tahap awal.
“Pelayanan Insya Allah Jam 09.00 -12.00 & 14.00 -16.00 (Senin sd Kamis) dan 08.30 -11.30 & 14.00-16.00 (Jumat),” imbuhnya.
Dalam pelayanan pendampingan yang disediakan Dinas PMPTSPTK ini hanya menyasar sebagian kecil masyarakat yang hendak melakukan pendaftaran kartu pra-kerja.
“Ini juga memang dikhawatirkan sehingga sebenarnya memang diharapkan masing-masing mendaftar saja secara pribadi di rumahnya. Cuma jika memang ada yang butuh didampingi karena misalnya tidak paham gunakan internet atau misalnya HPnya tidak mendukung, maka teman-teman di kantor siap dampingi, silahkan datang ke kantor. Jadi yang diharapkan datang memang hanya yang betul-betul butuh pendampingan untuk proses pendaftaran Kartu Pra Kerja di Web yang telah ditentukan,” paparnya.
Meski dilakukan layanan tatap muka dalam situasi pandemi Covid-19 yang terjadi, Dinas PMPTSPTK mengaku akan melakukan beberapa langkah teknis dilapangan.
“Kemudian akan dikondisikan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kerumunan. Misalnya dibatasi maksimal 10 orang yang dilayani dari jam 09:00 pagi hingga 12:00 kemudian 10 orang lagi jam 14:00 siang hingga 16:00. Yang diperbolehkan masuk ruangan misalnya maksimal 2 orang, nanti keluar baru masuk lagi 2 orang berikutnya serta pakai masker dan atur jarak. Intinya prinsip-prinsip pencegahan Covid-19 akan senantiasa dipenuhi,” pungkasnya.
Lebih jauh, Muhammad Arsyad juga mengatakan bahwa akan ada tahap kedua yang dilakukan jika jumlah warga yang belum bekerja atau yang teedampak PHK karena Covid-19 terjadi pelonjakan.
“Ini nanti akan menyesuaikan.Tahap pertama mulai hari ini sampai hari jumat. Kita lihat perkembangan jika masih diperlukan maka kita buka tahap 2 senin sampai jumat lagi, diharapkan 2 tahap ini sudah cukup,” tukasnya.
Tak hanya pendampingan pendaftaran, nantinya jika para penerima kartu pra-kerja kebingungan mencari tempat pelatihan atau kursus, Muhammad Arsyad mengatakan akan membantu juga untuk mencarikan solusi dari permasalahannya tersebut.
“Nanti akan dijelaskan dan kalau mereka tetap perlukan itu, bisa langsung ke kantor atau hubungi costumer service di nomor 081241424349,” bebernya.
Terakhir mengenai jumlah data masyarakat yang belum bekerja di Kabupaten Kepulauan Selayar belum ada menurut Plt Kadis PMPTSPTK tersebut.
“Saya rasa jangan dulu, langsung saja ke tujuan atau sasaran saja. Data yang ada kurang meyakinkan dan sedang proses validasi sekarang,”
MUH.HATIM AL ASSHAMM























