Selayarnews– Pesantren Al-Qur’an Babussalam Al Muchtariyah Cabang Selayar terus berupaya memperkuat tata kelola pendidikan melalui pengembangan sistem pendidikan terpadu berbasis manajemen satu atap. Upaya tersebut mendapat dukungan dari Yayasan Babussalam Al Muchtariyah Pusat Bandung melalui kegiatan pembinaan yang dipimpin oleh Teh Ocha dan KH Fadhlullah di Kabupaten Kepulauan Selayar, pekan ini.
Dalam kegiatan pembinaan yang diikuti seluruh guru dan pembina pesantren, Teh Ocha yang merupakan tim penjaminan mutu pendidikan Yayasan Babussalam Al Muchtariyah Pusat Bandung sekaligus owner Yayasan Pendidikan Rajawali Bandung memaparkan konsep penguatan pendidikan terpadu di lingkungan pesantren. Menurutnya, seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga unit Tahfiz Al-Qur’an perlu berjalan dalam satu visi pembinaan karakter dan pendidikan Qur’ani meskipun berada dalam sistem administrasi dan regulasi yang berbeda.
“Pesantren membutuhkan satu ruh pendidikan yang sama, walaupun jalur administrasi dan regulasinya berbeda-beda,” ujarnya di hadapan para guru dan pembina pesantren.
Ia menjelaskan bahwa model pendidikan satu atap penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan santri sejak usia dini hingga tingkat menengah. Dengan sistem tersebut, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter, budaya Qur’ani, dan pengembangan generasi masa depan.
Selain melakukan pembinaan internal, KH Fadhlullah juga melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Selayar. Dalam pertemuan tersebut dibahas dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan Islam modern serta penguatan sistem manajemen pendidikan terpadu di lingkungan pesantren.
KH Fadhlullah menegaskan bahwa pendidikan modern tidak hanya diukur dari bangunan dan fasilitas yang dimiliki, tetapi juga dari kualitas layanan pendidikan, komunikasi yang edukatif, budaya pelayanan yang bersahaja, serta hubungan yang sehat antara seluruh unsur pendidikan. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan penguatan budaya kelembagaan dan tata kelola pendidikan yang profesional.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Selayar Masdar J Pratama menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Babussalam dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah melalui pengembangan pendidikan berbasis pesantren. Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah.
“Kita tentu akan membangun koordinasi dan silaturahmi positif untuk pengembangan pendidikan ke depan,” katanya.
Dalam dialog yang berlangsung selama kegiatan, turut dibahas sejumlah tantangan yang masih dihadapi pesantren, antara lain penguatan manajemen kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, penguatan sistem kepesantrenan, serta peningkatan jumlah peserta didik. Kegiatan pembinaan dan silaturahmi tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses konsolidasi kelembagaan Pesantren Al-Qur’an Babussalam Al Muchtariyah Selayar menuju pengembangan pendidikan Islam terpadu berbasis Al-Qur’an dan manajemen modern di wilayah kepulauan.
(Red)























