Benteng – Warga Kabupaten Kepulauan Selayar baru-baru ini dikagetkan dengan adanya gempa berkekuatan 7,5 Magnitudo yang terjadi sekitar pukul 11:20 WITA, Selasa (14/12).
Gempa yang bersumber 112 Km Barat Laut Larantuka-NTT dengan kedalaman 12 Km itu terasa hingga ke Provinsi Sulawesi Selatan terkhusus di Kabupaten Kepulauan Selayar yang merupakan wilayah terdekat dari lokasi sumber gempa dengan potensi tsunami tersebut.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar yang terdampak berat adanya peristiwa tersebut adalah Kecamatan Pasimarannu dan Kecamatan Pasilambena yang berbatasan langsung dengan Buton Selatan dengan beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan parah dan juga masyarakat yang luka-luka.
Patta Bau selaku Camat Pasilambena membenarkan adanya hal tersebut saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.
“Iya betul, kondisi terakhir bahwa semua Desa terdampak dengan kerugian material dan beberapa warga luka-luka. Dan untuk sementara kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap ditempat pengungsian,” Ungkapnya.
Warga di dua Kecamatan Kepulauan tersebut mengungsikan diri ditempat dataran tinggi saat mengetahui bahwa gempa 7.5 SR tersebut berpotensi tsunami, meskipun saat ini BMKG telah mengeluarkan informasi bahwa status potensi tsunami tersebut sudah dicabut.
“Sementara kami dari pemerintah Kabupaten hingga Kecamatan mengharapkan agar warga tetap di tempat pengungsian. Meskipun BMKG sudah mencabut status tsunami, tapi kami di wilayah Kecamatan yang terdekat masih harus tetap waspada untuk tetap berada di wilayah pengungsian,” Imbuhnya.
Selain rumah warga yang rata dengan tanah, juga banyak pohon tumbang yang menutupi jalan serta Jalan Poros Latokdok-Barumbung terputus akibat jalan amblas, gunung longsor yang menutupi ruas jalan.
“InsyaAllah Bupati, Dinas Sosial, BPBD, Basarnas, Camat dan pihak terkait lainnya akan menuju ke lokasi besok jam 5 subuh untuk meninjau langsung lokasi di Kecamatan Pasimarannu dan Pasilambena dan membawa logistik bantuan,” Jelasnya.
Adapun korban luka-luka sebanyak 4 orang yang antara lain Daeng Firman (luka ringan pada tangan sebelah kanan), Nur Aen 24 tahun (luka pada kepala dan patah pada pergelangan tangan kiri), Suriana 35 tahun (luka pada bagian kepala), Nurul 6 tahun (luka pada bagian kepala).
“Kami juga ingin menyampaikan bahwa jaringan komunikasi di wilayah Pasilambena itu terputus, dan saat ini kami masih menggunakan komunikasi satelit dan itupun masih terbatas. Kami harapkan warga tidak panik dan tetap memantau situasi sekitar dan saling melindungi,” Tutupnya.
Bolls























