Selayarnews-Suasana khidmat mewarnai peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar warga bersama Ikatan Remaja Masjid di Masjid Nurul Amin Dusun Sapohatu, Desa Kayu Bauk. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Fahmiy Rahman sebagai penceramah utama dengan mengangkat tema “Assamaturuki Assikamaseangki” yang bermakna persahabatan yang berbuah kasih sayang.
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Kayu Bauk Rizal Anshari, ST, Kepala KUA Kecamatan Bontomatene Drs. Amirullah, Babinsa Sertu Rahman Sahid, para imam, penyuluh agama, kepala dusun, serta tokoh masyarakat Lari Gauk, S.Pd. Kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Amin, Dusun Sapohatu, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis malam (15/1/2026).
Kegiatan keagamaan ini diinisiasi oleh Ikatan Remaja Masjid Dusun Sapohatu dan diwarnai dengan berbagai penampilan islami, mulai dari tilawah Al-Qur’an, nasyid, shalawat, hingga lagu-lagu perjuangan umat yang dibawakan oleh anak-anak, remaja, dan komunitas pengajian lokal Desa Kayu Bauk. Rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat kebersamaan lintas generasi dalam memperingati peristiwa besar perjalanan spiritual Rasulullah SAW.
Dalam ceramah hikmah Isra Mi’raj, Ustadz Fahmiy Rahman mengawali penyampaiannya dengan mengapresiasi tema kegiatan yang dinilainya memiliki nilai teologis dan sosial yang kuat. “Tema Assamaturuki Assikamaseangki ini memiliki asas rahmat dan hakikat silaturrahmi. Ia mengandung pesan yang sangat Qur’ani tentang kasih, kebersamaan, dan semangat ukhuwah yang menjadi ruh dari Isra Mi’raj itu sendiri,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Ustadz Fahmiy kemudian mengaitkan nilai kebersamaan dan kasih sayang tersebut dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Ḥujurāt ayat 10 tentang persaudaraan sesama mukmin. Ia menjelaskan bahwa ukhuwah, ishlah, dan taqwa merupakan tiga poros utama turunnya rahmat Allah dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ayat ini ditutup dengan kalimat la‘allakum turḥamūn, agar kamu dirahmati. Artinya, rahmat Allah turun bukan semata karena banyaknya doa, tetapi karena kuatnya ukhuwah dan semangat ishlah di antara kita,” jelasnya.
Pada bagian lain ceramahnya, Ustadz Fahmiy mengajak jamaah merenungi makna salam dalam shalat sebagai wujud silaturrahmi spiritual yang bersifat universal. Ia menegaskan bahwa doa keselamatan dalam shalat tidak hanya ditujukan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga kepada seluruh hamba Allah yang saleh.
“Itulah bentuk silaturrahmi spiritual yang menjadi sumber rahmat,” tuturnya.
Menjelang akhir ceramah, Ustadz Fahmiy menafsirkan Surah Al-Isra’ ayat 1 tentang peristiwa Isra Mi’raj sebagai perjalanan rahmat dan penyebaran keberkahan. Menurutnya, frasa bāraknā ḥaulahū menunjukkan bahwa keberkahan tidak hanya melekat pada Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa, tetapi juga meluas kepada siapa pun yang menegakkan nilai shalat, silaturrahmi, dan kasih sayang di lingkungannya. Ceramah ditutup dengan doa agar keberkahan dan rahmat Allah melingkupi masjid-masjid di Desa Kayu Bauk sebagaimana keberkahan yang melingkupi dua masjid suci umat Islam.
Sementara itu, Kepala Desa Kayu Bauk Rizal Anshari, ST, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat atas terselenggaranya kegiatan yang tertib dan bermartabat. Ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan iman dan karakter bagi generasi muda desa.
Apresiasi juga disampaikan tokoh masyarakat Desa Kayu Bauk, Lari Gauk, S.Pd., yang menilai kreativitas remaja masjid dalam mengangkat tema lokal bernilai sosial dan spiritual patut dijaga. Menurutnya, nilai sikamaseang dan samaturu yang masih hidup di tengah masyarakat Dusun Sapohatu merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang rukun, maju, dan penuh berkah. Kegiatan yang dipenuhi lantunan tilawah, nasyid, dan shalawat tersebut menjadi penegasan bahwa rahmat Allah hadir dan membumi di tengah masyarakat yang menjaga ukhuwah, ishlah, dan kasih sayang.
(Red)























