Bira – Lagi, Kaum yang menyandang gelar terpelajar melakukan tindakan yang tidak sewajarnya dalam menghadapi kondisi Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Pasalnya, dari berita yang diterbitkan Suaralidik.com puluhan Mahasiswa merasa ditelantarkan di Bira dan ditolak oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Marjani Sultan untuk masuk ke Kabupaten Kepulauan Selayar.
Menanggapi hal tersebut, Marjani Sultan selaku Sekda Kabupaten Kepulauan Selayar angkat bicara.
Menurutnya, ia tidak pernah mendapat konfirmasi wawancara dari pihak media yang menerbitkan berita tersebut.
“Saya tidak pernah diwawancarai oleh wartawan yang menulis berita itu yang mengatakan saya bersikukuh menolak Mahasiswa tersebut,” ungkapnya kepada Selayarnews saat dikonfirmasi melalui via seluler, Jumat (17/4).
Marjani Sultan juga menjelaskan bahwa yang diinfokan kepadanya oleh Kepala Desa Bira Murlawa adalah berkoordinasi tentang solusi pemulangan para kaum terpelajar ini ke tempatnya masing-masing.
“Saya memang mendapat telepon dari Murlawa selaku Kepala Desa Bira yang menanyakan solusi untuk Mahasiswa tersebut dan katanya Pak Desa siap memfasilitasi kendaraan dan lain-lain dimana semua bebannya akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar,” bebernya.
Pembatasan penyeberangan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar ini adalah dalam rangka mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di Wilayahnya.
“Kan sudah jauh hari Bupati mengeluarkan surat edaran berisi himbauan agar penyeberangan penumpang orang ditiadakan sementara. Itu agar supaya penyebaran Covid-19 ini bisa kita putus mata rantainya bersama-sama, Bupati juga sudah mengeluarkan statement agar kesadaran secara kolektif harus dihadirkan dalam kondisi seperti ini minimal dengan jangan dulu pulang kampung. Karena itu semua juga untuk menghindari keluarga kita semua dari Virus berbahaya ini, ayo mari sama-sama kita jaga saudara-saudara kita, orang tua kita dan keluarga kita yang lainnya agar tidak terpapar Covid-19 salah satunya dengan cara jangan pulang kampung dulu cukup #dirumahsaja,” jelasnya.
Dikabarkan bahwa puluhan kaum terpelajar ini adalah mayoritas berasal dari Kecamatan Kepulauan yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar yang tetap bersikeras ingin masuk ke Selayar.
“Mereka sudah kami bantu untuk dipulangkan, ada yang difasilitasi dengan mobil dan juga biaya bagi yang membawa kendaraan bermotor juga,” ucapnya.
Dalam hal ketersediaan kebutuhan pasokan makanan bagi para kaum terpelajar yang statuskan warga Kabupaten Kepulauan Selayar yang harus tetap berada di Kota Makassar ini juga sudah di koordinasikan baik oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Persoalan kebutuhan ketersediaan makanan bagi para Mahasiswa yang merupakan warga kami yang berada di Makassar sudah kami koordinasikan dengan Dinas Sosial Provinsi dibantu dengan beberapa pihak agar sumbangan sembako yang akan diberikan ke Kabupaten Kepulauan Selayar sebelum dikirim kemari, bisa disisihkan sebagian untuk warga kami (Mahasiswa) yang berada di Makassar,” pungkasnya.
Lebih jauh, Marjani Sultan juga mengharapkan agar para kaum terpelajar bisa turut memgambil peran dalam memberantas atau mencegah penyebaran Covid-19.
“Marilah kita sama-sama memutus penyebaran virus ini. Jangan mengedepankan ego kita, cukup masing-masing kita #dirumahsaja lakukan isolasi mandiri dan biasakan hidup bersih. Kiranya tidak ada wabah Covid-19 ini tidak mungkin kami melakukan pembatasan, hanya karena kami tidak mau di Selayar ada kasus Positif maka kami harus tingkatkan kewaspadaan dan salahsatunya adalah mengikuti arahan Pemerintah Daerah dengan pembatasan penumpang orang dari luar Selayar,” tutupnya.
Untuk penyeberangan dari Pelabuhan Bira ke Pelabuhan Pamatata PP tetap bisa beroperasi tetapi di khususkan untuk kendaraan yang mengangkut logistik atau Ambulance yang mengangkut pasien gawat dibuktikan dengan surat rujukan dari Rumah Sakit.
MUH. HATIM AL ASSHAMM























