• Copyright
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Inside Selayarnews.com
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juni 19, 2026
Selayarnews.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Pariwisata
    Pantai Punagaan Selayar Siap Terapkan Slow and Mindful Coastal Tourism, BUMDes Baloka Mandiri Dapat Pendampingan Unhas

    Pantai Punagaan Selayar Siap Terapkan Slow and Mindful Coastal Tourism, BUMDes Baloka Mandiri Dapat Pendampingan Unhas

    Soto Banjar Jl. Bonto Benteng Selayar, Bukti Bahwa Lezat Tak Harus Mewah

    Soto Banjar Jl. Bonto Benteng Selayar, Bukti Bahwa Lezat Tak Harus Mewah

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Peringatan Milad ke-114 Masjid Besar Babul Khaer, Diramaikan Jalan Sehat, Penghargaan dan Bansos

    Peringatan Milad ke-114 Masjid Besar Babul Khaer, Diramaikan Jalan Sehat, Penghargaan dan Bansos

    Muhammad Yusri Lepas 53 Tim Peserta Mancing Mania HUT RI ke-79 di Barugaia

    Muhammad Yusri Lepas 53 Tim Peserta Mancing Mania HUT RI ke-79 di Barugaia

  • Hukum
  • KPPN Benteng
    Maxim Kini Hadir Di Kepulauan Selayar, Dukung Aksesibilitas Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

    Maxim Kini Hadir Di Kepulauan Selayar, Dukung Aksesibilitas Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

    Menakar Klaim Amran Sulaiman, Hilirisasi Kelapa Bisa Hasilkan Devisa Hingga Rp 4.800 Triliun

    Menakar Klaim Amran Sulaiman, Hilirisasi Kelapa Bisa Hasilkan Devisa Hingga Rp 4.800 Triliun

    Sri Mulyani Resmi Diganti, ini Profil Menteri Keuangan Baru Purbaya Sadewa

    Sri Mulyani Resmi Diganti, ini Profil Menteri Keuangan Baru Purbaya Sadewa

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

  • Lainnya
  • Peristiwa
  • Beranda
  • Pariwisata
    Pantai Punagaan Selayar Siap Terapkan Slow and Mindful Coastal Tourism, BUMDes Baloka Mandiri Dapat Pendampingan Unhas

    Pantai Punagaan Selayar Siap Terapkan Slow and Mindful Coastal Tourism, BUMDes Baloka Mandiri Dapat Pendampingan Unhas

    Soto Banjar Jl. Bonto Benteng Selayar, Bukti Bahwa Lezat Tak Harus Mewah

    Soto Banjar Jl. Bonto Benteng Selayar, Bukti Bahwa Lezat Tak Harus Mewah

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Peringatan Milad ke-114 Masjid Besar Babul Khaer, Diramaikan Jalan Sehat, Penghargaan dan Bansos

    Peringatan Milad ke-114 Masjid Besar Babul Khaer, Diramaikan Jalan Sehat, Penghargaan dan Bansos

    Muhammad Yusri Lepas 53 Tim Peserta Mancing Mania HUT RI ke-79 di Barugaia

    Muhammad Yusri Lepas 53 Tim Peserta Mancing Mania HUT RI ke-79 di Barugaia

  • Hukum
  • KPPN Benteng
    Maxim Kini Hadir Di Kepulauan Selayar, Dukung Aksesibilitas Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

    Maxim Kini Hadir Di Kepulauan Selayar, Dukung Aksesibilitas Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

    Menakar Klaim Amran Sulaiman, Hilirisasi Kelapa Bisa Hasilkan Devisa Hingga Rp 4.800 Triliun

    Menakar Klaim Amran Sulaiman, Hilirisasi Kelapa Bisa Hasilkan Devisa Hingga Rp 4.800 Triliun

    Sri Mulyani Resmi Diganti, ini Profil Menteri Keuangan Baru Purbaya Sadewa

    Sri Mulyani Resmi Diganti, ini Profil Menteri Keuangan Baru Purbaya Sadewa

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

    Disparbud Selayar Catat Penurunan Kunjungan Mudik 37 Persen Tahun Ini

  • Lainnya
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Selayar News
No Result
View All Result
Home NEWS

Desa Transmigran Lepas Dari Zona Kawasan, Desa Asli di Taka Bonerate Justru Tetap Terbelenggu

by oi
21/09/2025
0

Editorial Redaksi

Selayarnews-Kebijakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) bersama Komisi V DPR RI, yang diberitakan beberapa Media Nasional hari ini, Minggu (21/09) untuk mengeluarkan desa-desa transmigran dari status kawasan hutan dan taman nasional membawa kabar baik. Ribuan kepala keluarga akhirnya mendapat kepastian hukum atas lahan yang mereka tinggali puluhan tahun. Ketidakpastian status tanah, yang selama ini mengekang pembangunan desa-desa transmigrasi, berangsur diakhiri lewat produk hukum komprehensif.

READ ALSO

3 Kebakaran Terjadi Dalam 2 Hari, Kapolres Selayar Kembali Ingatkan Kewaspadaan Warga

UNM Tingkatkan Kompetensi Guru Matematika Gowa Melalui Pelatihan Pembelajaran Digital

Namun di balik euforia itu, ada ironi yang menyayat: bagaimana dengan desa-desa asli yang jauh lebih tua, yang sejak ratusan tahun lalu mendiami kawasan Taman Nasional Taka Bonerate di Kepulauan Selayar? Mereka bukan pendatang program transmigrasi, melainkan pewaris sejarah, budaya, dan ekologi. Desa-desa seperti Tarupa, Rajuni, Latondu, Jinato, Tambuna hingga Pasitallu Raya menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Taka Bonerate. Puluhan ribu jiwa di sana telah lama menjaga laut dan gugusan atol terbesar ketiga dunia itu. Sayangnya, sejak penetapan Taka Bonerate sebagai taman nasional pada 1992, status mereka seolah menggantung.

Mereka diperlakukan bak tamu di rumah sendiri. Kehidupan dibatasi oleh zonasi taman nasional: zona inti, zona pemanfaatan, hingga zona tradisional. Betul, zona tradisional memberi ruang terbatas untuk aktivitas nelayan, namun tetap saja tidak pernah memberi kepastian hak. Warga dibiarkan dalam bayang-bayang regulasi yang kaku. Mereka sulit mengakses pembangunan infrastruktur, layanan publik, bantuan usaha, bahkan permodalan, karena tanah yang mereka pijak tidak pernah diakui sebagai hak sah.

Kompleksitas hidup sehari-hari pun makin menekan. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah laporan lokal dan nasional menggambarkan kerasnya perjuangan warga Taka Bonerate mencari nafkah:
Pertama, kerusakan ekosistem akibat destructive fishing. Bom, bius, hingga potasium masih digunakan sebagian nelayan luar daerah, merusak terumbu karang yang menjadi lumbung ikan. Akibatnya hasil tangkapan nelayan lokal menurun drastis.

Kedua, alat tangkap yang terbatas dan tidak sebanding dengan nelayan dari luar. Warga asli masih mengandalkan perahu kecil dan jaring tradisional, sementara nelayan luar masuk dengan kapal besar dan teknologi modern. Hasil tangkapan mereka kalah jauh, sedangkan ongkos melaut naik karena harga BBM dan peralatan.

Ketiga, kebijakan pembatasan aktivitas di beberapa zona taman nasional, yang membatasi ruang gerak mereka tanpa kompensasi memadai.

Keempat, kelemahan pengawasan dan data yang tak akurat. Pemerintah daerah sendiri mengakui bahwa pendataan nelayan masih lemah, sehingga bantuan alat tangkap tidak merata, bahkan ada kelompok nelayan yang layak tapi terlewat dari daftar. Data yang salah ini berujung pada kebijakan yang salah sasaran.

Kelima, rantai distribusi hasil tangkapan yang panjang. Nelayan menjual ikan dengan harga rendah karena tidak ada fasilitas penyimpanan dan pengolahan. Harga di tangan pengepul seringkali tidak sebanding dengan tenaga dan biaya operasional mereka.

Keenam, konflik regulasi dengan pengelola taman nasional. Ketidakjelasan batas zona membuat masyarakat kerap dilarang beraktivitas di wilayah yang mereka anggap sebagai pemukiman atau lahan lama. Banyak warga merasa selalu diawasi, seakan-akan mereka adalah ancaman bagi taman nasional, padahal merekalah penjaga laut itu selama generasi.
Ketujuh, tekanan ekonomi domestik. Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, hingga ongkos melaut, membuat banyak keluarga terpaksa mengurangi konsumsi, menunda pendidikan anak, atau berutang. Mereka hidup di kawasan wisata dunia dengan potensi luar biasa, tapi kesejahteraan jauh dari ideal.

Semua kompleksitas ini memperlihatkan ironi besar: desa-desa transmigran kini dilepaskan dari status kawasan, tetapi desa-desa asli yang justru menjadi bagian dari sejarah dan ekologi bangsa masih terbelenggu dalam kerangkeng administratif. Negara tidak boleh membiarkan standar ganda ini berlanjut.

Pelepasan desa-desa transmigran dari status kawasan patut diapresiasi sebagai langkah maju. Namun kebijakan itu akan cacat bila desa-desa asli Taka Bonerate terus dibiarkan terjebak dalam ketidakpastian hukum. Mengapa masyarakat pewaris alam harus terus hidup sebagai “penumpang” di tanahnya sendiri?

Negara harus hadir, bukan hanya sebagai regulator konservasi, tetapi juga sebagai pengayom rakyat. Solusi bisa berupa pelepasan status desa dari zona taman nasional, skema perhutanan sosial yang lebih adil, atau produk hukum baru yang mengakui hak warga asli. Yang jelas, keadilan tak boleh setengah hati.

Jika desa transmigran bisa mendapat pengakuan, maka desa asli Taka Bonerate lebih pantas diperjuangkan. Mereka bukan ancaman bagi alam, melainkan bagian dari alam itu sendiri. Mengabaikan mereka sama saja melupakan sejarah dan mengkhianati wajah Indonesia yang sejati.


(Tim)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp

Terkait

ShareTweetShare

Related Posts

3 Kebakaran Terjadi Dalam 2 Hari, Kapolres Selayar Kembali Ingatkan Kewaspadaan Warga
NEWS

3 Kebakaran Terjadi Dalam 2 Hari, Kapolres Selayar Kembali Ingatkan Kewaspadaan Warga

19/06/2026
UNM Tingkatkan Kompetensi Guru Matematika Gowa Melalui Pelatihan Pembelajaran Digital
NEWS

UNM Tingkatkan Kompetensi Guru Matematika Gowa Melalui Pelatihan Pembelajaran Digital

19/06/2026
Bupati Selayar dan Ditjen KSDAE Teken MoU Penguatan Pengelolaan Taman Nasional Takabonerate
NEWS

Bupati Selayar dan Ditjen KSDAE Teken MoU Penguatan Pengelolaan Taman Nasional Takabonerate

19/06/2026
3 Kadis dan 1 Asisten Dilantik Bersama Ratusan Pejabat Lingkup Pemkab Kepulauan Selayar
NEWS

3 Kadis dan 1 Asisten Dilantik Bersama Ratusan Pejabat Lingkup Pemkab Kepulauan Selayar

19/06/2026
Polres Selayar Bersama Jajaran Polsek Bersihkan Rumah Ibadah dan Fasilitas Umum Sambut Hari Bhayangkara ke-80
NEWS

Polres Selayar Bersama Jajaran Polsek Bersihkan Rumah Ibadah dan Fasilitas Umum Sambut Hari Bhayangkara ke-80

19/06/2026
Satlantas Polres Kepulauan Selayar Gelar Bakti Sosial Indonesia Asri di Kawasan Pantai Penghibur
NEWS

Satlantas Polres Kepulauan Selayar Gelar Bakti Sosial Indonesia Asri di Kawasan Pantai Penghibur

18/06/2026

BERITA POPULER

Suasana Penuh Haru, Warnai Kedatangan Keluarga Besar  Rapsel Ali dari Selayar

Suasana Penuh Haru, Warnai Kedatangan Keluarga Besar Rapsel Ali dari Selayar

09/04/2023
Polemik Paskibra Bertugas Dalam Keadaan Lapar, Unit Tipikor Polres Selayar Akan Lakukan Penyelidikan

Polemik Paskibra Bertugas Dalam Keadaan Lapar, Unit Tipikor Polres Selayar Akan Lakukan Penyelidikan

21/08/2023
Kisruh Paskibra, Bupati Basli Ali Nonjobkan Tiga Pejabat Penanggung Jawab

Kisruh Paskibra, Bupati Basli Ali Nonjobkan Tiga Pejabat Penanggung Jawab

24/08/2023
Teridentifikasi, Mayat yang Ditemukan di Barugaia Selayar dijemput Keluarga

Teridentifikasi, Mayat yang Ditemukan di Barugaia Selayar dijemput Keluarga

22/11/2022
Breaking News, Legislator Sulsel Ince Langke Meninggal Dunia

Breaking News, Legislator Sulsel Ince Langke Meninggal Dunia

08/09/2020

PILIHAN EDITOR

Ngopi Bareng Jurnalis, Kapolres Adnan Pandibu Ajak Pers Sukseskan Pilkada Serentak 2024

Ngopi Bareng Jurnalis, Kapolres Adnan Pandibu Ajak Pers Sukseskan Pilkada Serentak 2024

05/09/2024
Rutan Selayar Dorong Kemandirian Lewat Kegiatan Holtikultura dan Peternakan Ayam

Rutan Selayar Dorong Kemandirian Lewat Kegiatan Holtikultura dan Peternakan Ayam

04/12/2025
Basli Ali & Akbar Silo Resmi Mendaftar di Partai Gerindra Selayar

Basli Ali & Akbar Silo Resmi Mendaftar di Partai Gerindra Selayar

14/10/2019
Sejalan Edaran Bupati, PLN Selayar Cegah Listrik Padam dengan Penertiban Pohon Di Sekitar Jaringan

Sejalan Edaran Bupati, PLN Selayar Cegah Listrik Padam dengan Penertiban Pohon Di Sekitar Jaringan

14/08/2025

Recent Posts

  • 3 Kebakaran Terjadi Dalam 2 Hari, Kapolres Selayar Kembali Ingatkan Kewaspadaan Warga
  • UNM Tingkatkan Kompetensi Guru Matematika Gowa Melalui Pelatihan Pembelajaran Digital
  • Bupati Selayar dan Ditjen KSDAE Teken MoU Penguatan Pengelolaan Taman Nasional Takabonerate
  • 3 Kadis dan 1 Asisten Dilantik Bersama Ratusan Pejabat Lingkup Pemkab Kepulauan Selayar

Kategori

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kriminalitas
  • Nasional
  • NEWS
  • Olahraga
  • OPINI
  • Pemerintah Desa
  • Pemkab Selayar
  • Pendidikan
  • Polisi Kita
  • Politik
  • Suara Parlemen
  • Techno
  • Wisata

Tentang Kami

Selayarnews.com

Media Selayarnews.com dibawah naungan PT.DIPA MEDIA NUSANTARA senantiasa memberikan berita berita teraktual, terpercaya dan berimbang sebagai salah satu referensi berita Tanadoang

Follow us

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Inside Selayarnews.com

Copyright @ 2016 Selayarnews, All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pariwisata
  • Hukum
  • KPPN Benteng
  • Lainnya
  • Peristiwa

Copyright @ 2016 Selayarnews, All right reserved