Selayarnews– Komando Daerah Aeronautika Laut (Kodaeral) VI bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melaksanakan kegiatan penanaman bibit kedelai Migo AL 1-89 sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional yang melibatkan lintas sektor, Jumat (22/5/2026) di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kegiatan bertema “Sinergi Kodaeral VI bersama Pemda Kab. Kepl. Selayar wujudkan kedaulatan pangan NKRI” ini dihadiri langsung oleh Dankodaeral VI Laksda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., bersama jajaran pejabat tinggi TNI, pemerintah provinsi, serta unsur Forkopimda. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mendukung program strategis nasional di sektor pangan.
Perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan melalui Kadis Ketahanan Pangan, Dr. M. Ilyas, ST., M.Sc., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan kedelai merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus mengurangi ketergantungan impor.
“Program ketahanan pangan merupakan prioritas nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pengembangan kedelai melalui pola pentahelix harus terus diperkuat agar percepatan swasembada dapat tercapai,” ujarnya sebagaimana tertuang dalam naskah resmi .
Ia juga mengungkapkan bahwa produksi kedelai di Sulawesi Selatan masih memiliki ruang peningkatan yang besar, didukung siklus tanam yang relatif singkat sekitar 75 hingga 80 hari serta sinergi lintas sektor mulai dari pengembangan varietas hingga pendampingan di lapangan. Menurutnya, peran aktif TNI AL dalam kegiatan ini menjadi contoh nyata kontribusi institusi negara dalam pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.
Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, menyampaikan bahwa kepercayaan menjadikan Selayar sebagai lokasi penanaman kedelai serentak nasional merupakan kehormatan sekaligus peluang untuk mendorong penguatan sektor pertanian daerah.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat ketahanan pangan daerah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal, penanaman kedelai dilakukan di lahan seluas kurang lebih 30 hektare dari target pengembangan mencapai 100 hektare. Program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi petani untuk mengembangkan komoditas kedelai yang selama ini belum banyak dibudidayakan secara luas di Selayar, sekaligus memperkuat program unggulan daerah seperti Gemerlap dan Gemetar.
Sementara itu, Dankodaeral VI Laksda TNI Andi Abdul Aziz menekankan bahwa pangan merupakan persoalan strategis bangsa yang harus dibangun melalui sinergi seluruh elemen. Ia menyebut bahwa ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan secara parsial, melainkan melalui kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Dalam naskah sambutannya, ditegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya besar untuk mengurangi ketergantungan pasokan luar serta memperkuat peran petani lokal melalui pemanfaatan lahan produktif secara optimal .
“Langkah yang kita lakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, namun sesungguhnya merupakan bagian dari gerakan besar untuk menjaga martabat bangsa melalui kedaulatan pangan,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diisi dengan penyerahan bantuan bibit kedelai dan sembako kepada masyarakat secara simbolis, dilanjutkan dengan penanaman kedelai oleh Dankodaeral VI bersama Pangdam XIV/Hasanuddin dan para tamu undangan, serta ditutup dengan ramah tamah. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan lancar, sekaligus menjadi penanda awal penguatan komitmen bersama dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kepulauan Selayar.
(Red)























