Selayarnews– Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Arfin, angkat bicara terkait persoalan pemadaman listrik bergilir yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Ia meminta agar PT PLN segera mengambil langkah konkret dan mempercepat solusi atas defisit daya yang menyebabkan terjadinya gangguan berulang di sejumlah wilayah, termasuk pulau-pulau terluar.
“Kami berharap PLN tidak menunda-nunda solusi. Pemadaman ini sudah sangat meresahkan masyarakat, terutama karena durasinya makin lama dan tidak menentu. Kami minta upaya darurat dilakukan secepatnya, disusul dengan strategi jangka panjang yang terukur,” tegas Andi Arfin saat menanggapi keluhan masyarakat yang semakin meluas.
Manager PLN ULP Selayar, Noharmin Takbi, menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi saat ini dipicu oleh defisit daya sekitar 1.100 kilowatt. Beberapa mesin pembangkit dikabarkan mengalami kerusakan, sementara unit-unit lama yang masih beroperasi sering kali tidak stabil karena usia pakai yang sudah tua. Ia menyebutkan bahwa upaya penanganan telah dilakukan, termasuk dengan pengajuan penambahan mesin sewa dari PLN Pusat dan Unit Induk Wilayah Sulselrabar. Dua unit mesin tambahan berkapasitas masing-masing 1.000 kilowatt diharapkan segera dikirim dan beroperasi sebagai solusi sementara untuk mengurangi beban pemadaman.
“Beberapa unit memang dalam kondisi tidak optimal. Saat ini kami fokus pada pengadaan mesin sewa dan perbaikan unit yang rusak, sambil menunggu proses yang berjalan di tingkat pusat,” ungkap Noharmin kepada media.
Di sisi lain, DPRD menilai pemadaman ini telah mengganggu aktivitas masyarakat secara luas, mulai dari pelaku usaha, pelayanan publik, hingga sektor pendidikan dan kesehatan. Apalagi, dalam catatan DPRD, pemadaman sempat berlangsung nyaris tanpa henti selama lebih dari dua pekan, yakni antara 3 hingga 18 Juli 2025. Kondisi ini dinilai tak bisa lagi ditoleransi dan perlu penanganan serius dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, juga telah mengambil langkah resmi dengan mengirimkan surat kepada Direktur Utama PLN di Jakarta, guna meminta percepatan solusi dan bantuan teknis yang lebih maksimal. Surat bernomor 307.a/500.10.1802/VII/2025 tersebut memuat permintaan khusus agar penambahan daya dan peremajaan pembangkit segera direalisasikan untuk menjamin ketersediaan energi listrik yang layak bagi warga Kepulauan Selayar.
Andi Arfin menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses ini dan siap memanggil pihak PLN untuk menjelaskan secara langsung kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait langkah-langkah teknis yang tengah dan akan dilakukan. Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar warga tidak merasa dibiarkan dalam kondisi krisis energi yang belum jelas ujungnya.
(Red)























