Benteng – Suatu kebanggan bagi para pelajar SMP dan SMA se-Pulau Kayuadi yang telah ikut kompetisi mengarang puisi tahun lalu yang telah terbit menjadi buku.
Buku yang memiliki ISBN 9-786232-331303 diterbitkan oleh penerbit J-Maestro yang beralamat di Bandung. Buku yang mengangkat empat tema untuk dipertandingkan tingkat pelajar se-Pulau Kayuadi.
Muh. Erdin selaku Ketua Lembaga Pena Vyatra mengatakan bahwa Tema tersebut adalah berbakti pada Orang Tua, Guru, dan Negeri yang Kaya serta Merayakan Kemerdekaan, sebuah tema yang mampu menciptakan dan terpadu dalam buku ini.
“Suatu perjuangan yang luar biasa Pena Vyatra dan OSIS SMPN 40 Selayar mengadakan event lomba mengarang dan menjadikan sebuah buku antologi puisi. Tapi ini adalah bukti yang menyatakan keberhasilannya,” Ungkapnya.
Buku yang berjudul Syair-Syair Pelajar Anak Pulau Kayuadi diterbitkan secara online. Tetapi berada pada tahap kompetisi hingga menjadi sebuah buku ber-ISBN adalah suatu hal yang luar biasa.
“Ini adalah langkah kecil untuk memulai perubahan. Berharap karya besar akan lahir di tahun yang akan datang, ” Imbuhnya.
Muh. Erdin yang sekaligus sebagai editor dan penanggung jawab buku ini menyampaikan bahwa buku ini sebagai langkah awal untuk mencetak generasi penerus yang menyukai dunia penulis.
“Dengan adanya bukti cetak mereka akan semakin termotivasi untuk berkarya kedepannya, ” Bebernya.
Dalam buku yang merangkum semua puisi hasil lomba tersebut, diikuti oleh sekitar 40 orang.
“Penulis hebat itu yaitu Magfirah Sari, Ratna Sari, Andi Milham, Sualdi, Husnul Khatima, Harnung, Risal Andah, Risma Alfiani, Reygar Ahmad, Fransiska Wulandari, Arma Yunita, Yulita, Nur Ahda Yanti, Kasmila, Norma, Samsina, Salmiati, Anggun Pratiwi Yasin, Sabri, Dg. Mangerang, Misbawati, Windi Widyani, Restika, Wati, Muh. Aditya Prtama, Israyanti Magfirah, Andi Aswir, Zulham, Alya Kusnani Savitri, Juma Intang, Deni, Mut Mainna, Rosnani, Eka Rosdiana, Andi Muhtar, Ambar Wati, Yuli Yanti, Fitrianti, Pertiwi, Sri Nandi, ” Terangnya.
Menurutnya, ada beberapa alasan sehingga pihaknya menindaklanjuti semua karya puisi untuk dijadikan buku.
“Alasannya banyak sih. Pertama buat motivasi anak pulau agar memiliki kesempatan untuk berkarya dan diterbitkan. Selain itu dengan adanya kesempatan mereka punya motivasi kedepan lagi untuk berkarya lebih. Kedua, supaya anak-anak lain termotivasi untuk menulis dan menerbitkan tulisan,” Pungkasnya.
Pria yang merupakan putra Desa Nyiur Indah Pulau Kayuadi Kec. Taka Bonerate ini membeberkan bahwa dirinya ingin memberikan perhatian bagi generasi selanjutnya khususnya di Pulau Kayuadi.
“Saya sebagai pendiri sudah pernah menerbitkan buku ditempat lain tepatnya di Blora, Jawa Tengah makanya mau memberi kesempatan dengan adik-adik saya di Kayuadi. Mereka bisa menerbitkan mandiri tapi biaya penerbitan bayar sendiri dan itu tidak mahal,” Tukasnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pihaknya bersikap relawan yang bersedia memfasilitasi semua generasi Selayar untuk berkarya.
“Mereka hanya membayar biaya cetak, Banyak penulis yang terkenal awalnya hanya menulis online. Misalnya Kak Dee Lestari dan Kak Faisal Oddang, mereka penulis yang karir nya penulis online. Inilah harapan kami dari penulis online atau indie jadi penulis terkenal. Kita hanya beri kesempatan, pengembangan bisa pelatihan kedepannya atau event serupa bisa diasah, ” Lanjutnya.
Terakhir, bagi siapa saja yang ingin membuat karya bisa menghubunginya melalui Facebook di akun @Muhammad Erdin Kayuadi.
“Atau bisa juga langsung kontak ke saya +62 853-9702-1646,” Tutupnya.
Bolls























