Selayarnews- Cahaya lampu bagang menari di atas permukaan laut Dermaga Padang malam ini Sabtu (25/10), menandai berakhirnya Festival Bagang 2025, sebuah perayaan budaya maritim yang memadukan semangat Bangga Rupiah dengan kearifan lokal masyarakat Kepulauan Selayar.
Bertempat di Dusun Padang, Desa Bontosunggu, penutupan acara berlangsung meriah dengan kehadiran tokoh adat, aparat pemerintah daerah (APD), perwakilan Bank Indonesia, komunitas budaya, hingga ratusan warga yang memenuhi area dermaga.
Festival yang digagas oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar ini mengusung tema “Penguatan Bangga Rupiah, Sejarah dan Budaya Maritim di Kepulauan Selayar” dan menjadi penutup resmi Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 wilayah Sulawesi Selatan.
Malam penutupan diawali dengan batti-batti khas Selayar, tabuhan bambu tradisional yang menggema di udara sebagai simbol solidaritas dan semangat masyarakat bahari. Nada-nada ritmis itu seakan menjadi salam perpisahan yang indah bagi seluruh rangkaian kegiatan yang telah digelar sejak pagi.

Selama dua hari, festival ini menghadirkan beragam kegiatan yang menggambarkan kekayaan budaya dan ekonomi lokal, seperti: Lomba Dayung (Gabus) dan Lomba Kapal Hias yang memeriahkan perairan sekitar dermaga, Permainan rakyat dan pasar UMKM (kedeng) yang memamerkan hasil olahan masyarakat pesisir dan Atraksi pembuatan kue khas Selayar yang menarik minat wisatawan.
Pagelaran seni dan budaya lokal yang menampilkan tarian dan musik tradisional. Serta kegiatan edukasi cinta rupiah dan penukaran uang rupiah oleh Bank Indonesia, juga ditampilkan sebagai simbol nyata penguatan ekonomi masyarakat.
Salah seorang Tokoh adat setempat mengungkapkan rasa bangga karena budaya dan tradisi maritim Selayar mendapat ruang untuk kembali bersinar.
“Batti-batti, kapal, dan laut bukan hanya bagian dari hidup kami, tapi juga dari jati diri orang Selayar,” tuturnya.
(RR)























