Selayarnews-Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Babul Khaer Benteng berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Senin malam. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar bersama jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimda, menjadi momentum memperkuat ukhuwah dan memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan umat, usai Salat Isya di Masjid Babul Khaer, Jalan Aroeppala, Benteng, Senin, 26 Januari 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kepulauan Selayar Drs. H. Muhtar, MM., Sekretaris Daerah Drs. Abdurrahman, M.Si., Asisten I Ir. H. Arfang Arif, Asisten III Muzakkir Muin, S.IP., perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD dan instansi vertikal, Ketua Dharma Wanita, serta undangan lainnya.
Ketua Pengurus Masjid Babul Khaer Benteng, Dr. H. Andi Mulyadi Radjab, SE., MM., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati, Sekda, dan seluruh undangan yang telah meluangkan waktu menghadiri peringatan Isra Mi’raj. Ia menjelaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah di Masjid Babul Khaer mengusung tema Membumikan Sholat, Memakmurkan Masjid dan menyatukan Pemuda Dalam Ukuwah Islamiyah.
Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, MM., dalam sambutannya mengapresiasi pengurus Masjid Babul Khaer Benteng. Ia menilai Masjid Babul Khaer menjadi contoh di Kabupaten Kepulauan Selayar, yang bukan hanya memakmurkan masjid tetapi juga memakmurkan jamaahnya.
“Saya pernah Sholat Subuh Jum’at di sini Pak Sekda, dan Pengurus itu ternyata menyiapkan ‘Kopi Morning’ bagi seluruh Jemaah. Juga memberikan bantuan beras kepada Jemaah yang membutuhkan bantuan. Dan setelah saya tanya ternyata itu rutin setiap Jum’at, namanya Jum’at berkah,” ungkap Wabup.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepulauan Selayar, Ir. H. Arfang Arief, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan panggilan khusus dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
“Jadi seperti itu dapat kita Ibaratkan jika seorang Bupati dipanggil langsung oleh Presiden untuk menghadap langsung ke Istana Negara, dan itu panggilan khusus tidak untuk semua Kepala Daerah,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa yang paling utama dari peristiwa Isra Mi’raj adalah diterimanya perintah salat lima waktu sebagai kewajiban umat Islam.
“Karena kita diciptakan di muka Bumi ini tidak lain adalah untuk menyembah kepada Allah SWT,” tegas Ust. H. Arfang Arif.
Rangkaian peringatan Isra Mi’raj ini diawali dengan penampilan ibu-ibu pengurus Masjid Babul Khaer yang bersama-sama melantunkan shalawat kepada Baginda Nabi BesarMuhammad SAW. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan tampak menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan, mencerminkan semangat ukhuwah Islamiyah yang terus terjaga di tengah masyarakat Benteng.
(Red)























