Selayarnews-Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar, Andi Abdul Aziz, kembali menorehkan prestasi besar di tingkat nasional dengan mengungkap penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilegal jenis solar dalam jumlah mencapai sekitar 106 kiloliter atau setara lebih dari 106 ton. Pengungkapan tersebut bermula dari operasi intelijen TNI Angkatan Laut yang mendeteksi aktivitas mencurigakan di wilayah muara Sungai Tello, Makassar, pada Sabtu, 22 Februari 2026.
Informasi intelijen yang diterima langsung oleh Dankodaeral VI menunjukkan adanya dua kapal jenis Self Propelled Oil Barge (SPOB) yang diduga menunggu pasokan solar ilegal dari darat untuk selanjutnya didistribusikan melalui jalur laut. Menindaklanjuti laporan tersebut, Laksda TNI Andi Abdul Aziz segera memerintahkan Tim Quick Response (TQR) Kodaeral VI untuk melakukan tindakan pemeriksaan dan pengamanan di lokasi.
“Informasi intelijen masuk kepada saya dan pada 22 Februari siang saya langsung mengerahkan tim reaksi cepat,” ujar Laksda TNI Andi Abdul Aziz dalam konferensi pers di Markas Kodaeral VI Makassar, Rabu (25/2/2026).
Dari hasil pemeriksaan, tim mengamankan dua kapal yakni SPOB Saniya dan SPOB Sukses Rahayu 1999 yang kedapatan membawa muatan High Speed Diesel (HSD) tanpa dokumen sah. Kedua kapal tersebut kemudian diamankan di Dermaga Fasharkan Makassar sebagai bagian dari proses penyelidikan lanjutan.
“Pada sore 22 Februari dilakukan pemeriksaan terhadap muatan HSD. Hasilnya, ditemukan solar tanpa dokumen sah,” jelasnya.
Pengembangan penyelidikan kemudian mengarah ke jalur distribusi darat. Tim berhasil mengamankan tujuh unit mobil tangki yang diduga menjadi pemasok BBM ilegal tersebut, dengan kapasitas antara 5.000 hingga 24.000 liter. Seluruh barang bukti kini diamankan guna mengungkap jaringan distribusi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam praktik ilegal tersebut.
Keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan komitmen tegas TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan ekonomi negara, khususnya dari praktik penyelundupan yang dapat merugikan keuangan negara dan merusak sistem distribusi energi nasional. Langkah cepat dan tegas tersebut mencerminkan integritas kepemimpinan seorang perwira tinggi yang konsisten menjaga wilayah laut Indonesia dari berbagai bentuk pelanggaran hukum.
Laksda TNI Andi Abdul Aziz merupakan putra asli Kepulauan Selayar, daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Tanadoang, sebuah wilayah kepulauan dengan karakteristik laut berombak yang sejak lama membentuk tradisi dan karakter masyarakatnya sebagai pelaut tangguh. Lingkungan geografis tersebut melahirkan generasi-generasi pelaut yang terbiasa menghadapi tantangan laut terbuka, termasuk sosok Andi Abdul Aziz yang kemudian meniti karier hingga menjadi perwira tinggi TNI Angkatan Laut.
Perwira tinggi kelahiran Selayar, 14 Juli 1969 tersebut merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1992 dan telah menempati berbagai jabatan strategis dalam karier militernya, di antaranya Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI, Wakil Komandan Kodiklatal TNI AL, Kapusinfomar TNI, serta sejumlah jabatan penting lainnya di lingkungan TNI Angkatan Laut. Ia resmi menjabat sebagai Komandan Kodaeral VI Makassar sejak Agustus 2025, memimpin salah satu komando strategis baru TNI AL di kawasan Indonesia Timur.
Pengungkapan penyelundupan BBM ilegal ini semakin menegaskan kiprah putra Bumi Tanadoang tersebut sebagai perwira tinggi yang berada di garis depan menjaga keamanan dan kedaulatan laut Indonesia, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Selayar yang dikenal sebagai tempat lahirnya para pelaut tangguh Nusantara.
(Red)























