Selayarnews – Warga Pulau Jampea, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar, kembali diliputi keresahan setelah aliran listrik di wilayah tersebut mengalami pemadaman dalam tiga malam terakhir hingga Jumat (27/03/2026).
Pemadaman ini berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Selain mengganggu waktu istirahat pada malam hari, kondisi tersebut juga menyulitkan pelaku usaha kecil serta ibu rumah tangga yang bergantung pada listrik untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sebagian warga mulai berspekulasi bahwa gangguan tersebut berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar sebagai penopang operasional pembangkit listrik di wilayah kepulauan.
Menanggapi hal tersebut, Manager PLN ULP Selayar, Noharmin Takbi, memberikan penjelasan bahwa pemadaman disebabkan oleh gangguan pada mesin pembangkit yang saat ini masih dalam proses pembenahan.
“Gangguan mesin pembangkit, Pak. Sementara dalam proses pembenahan dan spare part-nya sudah dikirim dari Selayar ke Pulau Jampea hari ini,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi serta memastikan bahwa pihaknya tengah berupaya maksimal untuk mempercepat proses perbaikan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Saat ini tim kami terus bekerja untuk memperbaiki gangguan tersebut, dan kami pastikan penanganan dilakukan secara maksimal agar listrik dapat segera kembali normal,” jelas Noharmin.
PLN ULP Selayar menegaskan bahwa proses perbaikan akan terus dipantau hingga sistem pembangkit kembali beroperasi secara normal, sehingga pasokan listrik di Pulau Jampea dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan sebagaimana mestinya.
(Red)























