Selayarnews – Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Selayar, Kanwil Ditjenpas Sulsel bekerja sama dengan Program Studi Budi Daya Laut dan Pantai, Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin Kepulauan Selayar, menggelar pelatihan penerapan alat pengering ikan berbasis Internet of Things (IoT), Rabu (28/05).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Selayar ini diikuti oleh 20 orang warga binaan yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan praktis dan teknologi tepat guna di bidang pengolahan hasil perikanan, khususnya dalam proses pengeringan ikan yang lebih higienis, efisien, dan ramah lingkungan.
Ketua Program Studi Budi Daya Laut dan Pantai, Marliana Achmad, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kepala Rutan Selayar, Basuki Raharjo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi dari Universitas Hasanuddin terhadap pembinaan di Rutan Selayar. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yaitu pemberdayaan warga binaan dan UMKM, semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga warga binaan kami memiliki keterampilan yang handal,” ucap Basuki.

Kegiatan ini langsung dibuka oleh Kepala Rutan sebagai awal pelaksanaa kegiatan di Rutan Selayar. Peserta menerima materi terkait penerapan alat pengering ikan berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin Kepulauan Selayar. Inovasi ini memungkinkan pengendalian suhu dan kelembaban secara otomatis, sehingga hasil pengeringan lebih optimal.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga binaan Rutan Selayar tidak hanya memiliki keahlian baru, tetapi juga semangat untuk terus berkembang dan berkontribusi positif saat kembali ke tengah masyarakat. (Irs/Red)