Selayar – Setelah diberitakan sebelumnya bahwa di Kabupaten Kepulauan Selayar sudah ada 1 orang yang ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), menurut Kepala Dinas Kesehatan dr.Husaini bahwa pasien tersebut sudah dirawat di Ruang Isolasi RS. KH. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar sejak beberapa hari yang lalu dan masih dalam tahap pemeriksaan.
“Pasien masih di Ruang Isolasi sejak 4 hari lalu dan kita masih menunggu hasil Laboratoriumnya,” ungkapnya kepada Selayarnews, Senin (30/3).
Gejala yang dialami pasien sebelumnya adalah demam beberapa hari dengan pemeriksaan pertama suhu badan 38 derajat Celcius dengan riwayat dari daerah transmisi.
“Hasil rontgen pertama itu normal-normal saja, tapi setelah dilakukan rontgen kontrol selanjutnya ada tanda-tanda infeksi pneumonia maka ditetapkan sebagai PDP,” imbuhnya.
Menurutnya, PDP bukanlah orang yang sudah positif terkena Covid-19 tetapi hanya merupakan gejala yang perlu perawatan ketat.
“Kalau daya tahan tubuh atau imunnya bagus itu bisa diatasi sendiri dibantu dengan perawatan tapi kalau imunnya tidak bagus, bisa memburuk dalam waktu cepat begitu. Sedangkan untuk pnuemonia penanganannya bisa dengan dikasih obat demam, vitamin untuk menambah imun dan tergantung juga dari hasil analisa dokternya. Sedangkan untuk saat ini Alhamdulillah pasien tersebut suhu badannya sudah menurun dan masih diawasi ketat sekarang, tapi kita masih menunggu hasil rontgennya nanti yang menentukan,” tambahnya.
Selanjutnya, Husaini juga mengatakan bahwa Rapid Diagnosis Test (RDT) sudah ada di Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai alat yang digunakan dalam memeriksa pasien terkait dengan wabah Coronavirus Disease (Covid-19) ini.
“Kalau untuk RDT itu saya kira sudah bisa dilaksanakan disini, itu adalah alat tes cepat dengan mengambil sampel darah. Sebanyak 40 pcs juga sudah datang tadi malam dan kita juga pesan sekitar 2.400 RDT,” katanya.
Setelah ada dari hasil laboratorium tentang PDP ini baru kemudian akan dilakukan langkah selanjutnya dalam penanganan.
“Bisa saja kita rujuk untuk dikirim ke Makassar kalau hasil laboratoriumnya nanti mencurgikan atau kita lakukan konsultasi dengan pihak Rumah Sakit rujukan kalau misal ruangannya disana full dan bisa juga kita pulangkan ke rumahnya kalau dia sudah aman. Yaitu aman dalam artian, baik untuk dirinya sendiri dan juga untuk lingkungannya,” pungkasnya.
Sampai hari ini, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Kepulauan Selayar sebanyak 28 orang dengan 1 diantaranya di nyatakan sehat setelah dilakukan pemantauan selama 14 hari dan 27 orang lainnya masih dalam tahap pemantauan selama 14 hari.
Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 310 orang dengan perincian 280 orang proses edukasi/isolasi mandiri 14 hari dan 30 orang selesai edukasi/isolasi mandiri 14 hari atau dinyatakan sehat.
Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan di Kabupaten Kepulauan Selayar saat ini masih berjumlah 1 orang.
“Untuk di RSUD KH. Hayyung sampai saat ini hanya memiliki ruang isolasi dengan kapasitas maksimal 2 orang,” tutupnya.
MUH HATIM AL ASSHAMM























