Selayarnews– Tepat tujuh tahun lalu, pada 3 Juli 2018, Kapal MV Lestari Maju mengalami kebocoran lambung dan karam di sekitar 300 meter dari Pantai Pabbadilang, Kecamatan Bontomatene. Tragedi ini menimpa 190 orang di dalam kapal termasuk penumpang, kendaraan, dan kargo, mengakibatkan 35 korban meninggal dunia serta 155 orang selamat.
Untuk memperingati peristiwa memilukan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar kegiatan doa dan dzikir bersama di Pantai Pabbadilang. Acara dihadiri langsung oleh Bupati Muhammad Natsir Ali, Ketua TP PKK Hj. Tri Yanti Rahmawati Natsir, unsur pemerintahan daerah, aparat TNI/Polri, tokoh agama, dan keluarga korban, hari ini Kamis, (03/07).
Dalam sambutannya, Bupati Natsir Ali menyampaikan doa khusus kepada para Korban.
“Semoga almarhum dan almarhumah yang telah berpulang diberikan tempat terbaik di sisi‑Nya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan serta ketabahan.” kata Natsir
Ia juga mengapresiasi inisiatif TP PKK yang menyelenggarakan doa bersama bagi para korban.

Sejalan dengan kegiatan spiritual tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Selayar mengadakan “Bersih Wisata” di Pantai Pabbadilang. Puluhan petugas kebersihan dan relawan, didukung oleh peralatan dari PLN, membersihkan kawasan tersebut sebagai komitmen menjaga kebersihan destinasi wisata di Pulau Selayar .
Kepala DLH Muh. Taufiq Kadir menyatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari komitmen pihaknya bersama Dinas Pariwisata untuk menjadikan seluruh objek wisata di Selayar tetap bersih, nyaman, dan layak dikunjungi.
” Selain Pabbadilang, program serupa juga menyasar objek-objek lain seperti Pantai Balaoya, Liang Kareta, dan Punagaan”, tambahnya
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Natsir Ali mengumumkan rencana penataan kembali kawasan Pantai Pabbadilang agar dapat dibuka kembali sebagai destinasi wisata. Ia berharap dukungan perangkat daerah, pemerintah kecamatan, dan desa agar kawasan ini semakin tertata, aman, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat .
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar tragedi serupa tidak terulang. Aktivitas bersih‑bersih dan zikir berlangsung dengan khidmat, menegaskan solidaritas masyarakat Selayar, penghormatan kepada korban, serta komitmen menjaga keselamatan transportasi laut dan keindahan lingkungan.
(Red)























