Oleh : Dzaky Maulidan Mubarok, JF Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Terampil KPPN Benteng
Per 30 September 2025, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Benteng telah menyelesaikan Triwulan III tahun anggaran 2025 dengan performa yang sangat kuat. Total realisasi belanja negara mencapai Rp822.662.174.876 dari pagu keseluruhan sebesar Rp1.087.435.309.000,- angka penyerapan agregat ini berada di level 75,65%.
Kinerja ini menunjukkan efektivitas pelaksanaan anggaran oleh Satuan Kerja (Satker) dan Pemerintah Daerah di bawah wilayah kerja KPPN Benteng. Lebih menariknya, KPPN Benteng berhasil melampaui target yang ditetapkan pada tiga dari empat kelompok belanja utama.

I. Pilar Keberhasilan: Belanja yang Melampaui Target
Tiga kategori belanja menunjukkan disiplin fiskal dan eksekusi yang optimal, melampaui target yang ambisius:
- Transfer ke Daerah (TKD) – Mendorong Pembangunan Lokal
Dengan realisasi sebesar Rp649,5 miliar atau 78,22% (melampaui target 75%), TKD menjadi motor penggerak utama APBN di wilayah KPPN Benteng. Tingginya angka ini menjamin bahwa program dan operasional Pemerintah Daerah didukung penuh.
● Dana Alokasi Umum (DAU) memimpin dengan realisasi Rp487,6 miliar (83,57%), memastikan gaji ASN daerah dan kebutuhan operasional dasar terpenuhi.
● Dana Desa juga menunjukkan performa solid sebesar 72,23% (Rp47,06 miliar), mengindikasikan bahwa dana untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa tersalurkan secara efektif.
● Dana Bagi Hasil (DBH) mencapai 72,23% (Rp11,49 miliar), menunjukkan pembagian hasil sumber daya yang berjalan sesuai porsi.
- Belanja Pegawai (51) – Jaminan Kesejahteraan ASN
Belanja Pegawai mencapai realisasi Rp85,47 miliar atau 74,95%, jauh melampaui target 65%. Angka ini mencerminkan kelancaran pembayaran gaji, tunjangan, dan honorarium. Kestabilan dalam kategori ini adalah fondasi penting untuk menjaga motivasi dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah tersebut.
- Belanja Modal (53) – Akselerasi Investasi Infrastruktur
Dengan realisasi Rp46,37 miliar atau 67,69%, KPPN Benteng berhasil melampaui target 60% untuk Belanja Modal. Kinerja ini sangat krusial karena mengukur tingkat penyerapan investasi pemerintah dalam aset jangka panjang (misalnya pembangunan gedung, pengadaan peralatan utama, dan infrastruktur). Kecepatan ini mengurangi risiko proyek menumpuk di akhir tahun (efek money follows the time) dan memastikan manfaat aset segera dirasakan publik.
II. Tantangan dan Area Peningkatan
Satu kategori belanja utama memerlukan perhatian serius di Triwulan IV:
Belanja Barang dan Jasa (52) – Perlu Dorongan Eksekusi
Belanja Barang dan Jasa, yang merupakan belanja operasional rutin (perjalanan dinas, pemeliharaan, pembelian ATK, kontrak jasa lainnya), baru terealisasi Rp41,28 miliar atau 58,49%.
● Defisit Penyerapan: Kategori ini tertinggal 6,51% dari target yang ditetapkan sebesar 65%.
● Risiko: Keterlambatan dalam penyerapan belanja barang dan jasa dapat menghambat kelancaran operasional Satker dan menunda pelaksanaan kegiatan strategis yang seharusnya sudah berjalan.
● Rencana: KPPN Benteng akan melakukan coaching intensif kepada Satker yang memiliki pagu besar di kategori ini, mendorong penyelesaian kontrak dan pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM) untuk kegiatan operasional yang sudah dilaksanakan.
Tantangan Sub-Kategori TKD
Meskipun TKD secara agregat melampaui target, realisasi pada beberapa sub-kategori masih menunjukkan tantangan:
● DAK Fisik (63): Hanya 63,62% (Rp11,33 miliar), di bawah rata-rata TKD. Ini mengindikasikan adanya kendala dalam persyaratan pelaporan kemajuan fisik atau penyerapan dana di tingkat Pemerintah Daerah.
● Dana Otonomi Khusus/Dana Insentif (64): Realisasi baru 50,00% (Rp3,42 miliar). Diperlukan koordinasi intensif untuk memastikan skema insentif atau program otonomi khusus segera dijalankan.
Proyeksi dan Langkah Strategis Menuju Akhir Tahun
Dengan realisasi 75,65% di akhir Triwulan III, KPPN Benteng memiliki landasan yang kokoh untuk mencapai target akhir tahun. Fokus strategis di Triwulan IV (Oktober–Desember) akan meliputi:
- Akselerasi Belanja Barang dan Jasa: KPPN akan mendorong coaching clinic dan percepatan pembayaran untuk mencapai setidaknya 90% realisasi Belanja pada akhir tahun.
- Pengamanan Belanja Modal: Mengawal pembayaran belanja kontraktual agar dapat selesai tepat waktu agar penyelesaiannya tidak melewati tahun anggaran.
- Optimalisasi TKD: Memperketat koordinasi dengan Pemda untuk percepatan penyaluran DAK Fisik dan Non Fisik, khususnya yang terkait dengan kesehatan dan pendidikan, memastikan dana segera tersalurkan untuk pelayanan publik.
Kesuksesan KPPN Benteng dalam melampaui sebagian besar target penyerapan merupakan indikator front-loading anggaran yang baik, yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat dan efektif.






















