Selayarnews.com – Ribuan masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar memadati Lapangan Pemuda Benteng untuk bersama melaksanakan Sholat Taubat, Sholat Hajat dan sholat Ghoib untuk para Korban Muslim yang meninggal dalam bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala Sulteng. Kegiatan ini bertajuk Istighatsah untuk Negeri yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, hari ini Kamis 04 Oktober 2018.
Hadir dalam Istighatsah ini Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Para Alim Ulama, para Pimpinan OPD, Anggota TNI-Polri, serta ribuan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar. Banyaknya warga yang bebondong-bondong datang memadati Lapangan pemuda Benteng menjadikan Ibukota Kepulauan Selayar ini seperti dalam suasana sholat id.
Dalam Tuntunan singkat shalat sunnah taubat, shalat sunnah hajat, dan shalat ghaib oleh Ust. H. Dudi Hermawan Rasyid L.C , dijelaskan bahwa Shalat sunnah taubat 2 rakaat disyariatkan shalat sendiri-sendiri), sedangkan Shalat sunnah hajat secara berjamaah dilaksanakan dengan imam Ust. Muh. Usman, S. Sos. I. (Shalat dgn suara yg disirrkan) , Shalat ghaib untuk korban muslim yang meninggal dunia di Palu dan Donggala dipimpin Imam Ust. Ir. H. Arfang Arief.
Ust. Dimas Haryono, S. Ag. M. Ag. selaku pemberi Tausiyah dihadapan ribuan Jamaah mengatakan bahwa Tsunami terbesar yang pernah terjadi adalah Tsunami pada zaman Nabi Nuh. Dijelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena kemaksiatan Manusia dan ditimpakan Musibah oleh Allah SWT, Karena keingkaran manusia. Allah SWT Maha Penyayang tapi karena keingkaranlah yang membuat Allah menjadi jauh.
” Betapa romantisnya, betapa dekatnya Allah dengan Nabi Adam AS, diberikan Sorga dan Pasangan Hawa. Sebelum akhirnya dilempar ke dunia dan dipisahkan dengan istrinya adalah karena keingkarannya dan ketidaktaatannya kepada Allah SWT. Sehingga kemurkaan Allah itu disebabkan karena keingkaran kita sendiri”, Jelas Ustadz Dimas.
Istighatsah untuk Negeri ini dilaksanakan mendasari Undangan Bupati Kepulauan Selayar Nomor 005/1339/X/2018/ Kesra. Dalam udangan Bupati tersebut disebutkan bahwa Itighatsah ini dilaksanakan menyikapi bencana Alam yang terjadi di beberapa Wilayah di Indonesia yang menelan korban jiwa.
Kegiatan istighatsah ini ditutup dengan Dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Dudi Hermawan Rasyid LC.
***
As























